• Rabu, 8 Desember 2021

Pakar: Orang dengan Komorbid Bisa Divaksin Asal Terkendali

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 22:03 WIB
Tangkapan layar Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan saat menghadiri agenda webinar kesehatan di Jakarta, Selasa (19/10/2021). ( ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan saat menghadiri agenda webinar kesehatan di Jakarta, Selasa (19/10/2021). ( ANTARA/Andi Firdaus)

 


JAKARTA, harianmerapi.com - Selama ini masih ada anggapan bahwa orang dengan komorbid atau penyakit penyerta tidak boleh divaksin.


Hal ini dibantah Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan. Ia mengemukakan komorbid atau penyakit penyerta bukan halangan bagi seseorang menerima vaksin.

"Semua komorbid layak divaksin asalkan dalam kondisi stabil, tidak ada serangan dan dalam keadaan tidak sedang sakit," kata Erlina Burhan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Sebelum Lakukan Penahanan, KPK Telah Periksa Bupati Kuansing Riau, Kasus Suap Perpanjangan HGU Sawit

Masyarakat umum, khususnya lansia, kata Erlina, perlu mewaspadai gejala komorbid yang timbul menjelang disuntik vaksin, terutama bagi penyandang autoimun.

"Kalau masih bengkak dan sakit, bukan hanya autoimun, penyakit lain kalau masih sakit tidak boleh divaksin," katanya.

Itulah mengapa pemerintah memberlakukan tahapan skrining bagi peserta vaksinasi COVID-19 yang tujuannya untuk menyelamatkan penerima vaksin, katanya menambahkan.

 Baca Juga: Kasus Penipuan CPNS, Korban Desak Polisi Proses Hukum Anak Penyanyi Nia Daniaty

"Karena ada risiko KIPI di kalangan penerima vaksin. Kalau ada yang sedang sakit, dapat memperparah kondisi penerima vaksin," katanya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X