• Selasa, 26 Oktober 2021

Kemenkumham Usulkan Pemberian Tali Asih Bagi Keluarga Korban Meninggal Yang Menimpa Kapal Pengayoman IV

- Jumat, 17 September 2021 | 19:02 WIB
Posisi kapal Pengayoman IV setelah ditarik dari lokasi kecelakaan ke dekat Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jumat (17/9/2021).  (ANTARA/Sumarwoto)
Posisi kapal Pengayoman IV setelah ditarik dari lokasi kecelakaan ke dekat Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jumat (17/9/2021). (ANTARA/Sumarwoto)

CILACAP, harianmerapi.com - Kemenkumham mengusulkan pemberian tali asih bagi keluarga korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang menimpa Kapal Pengayoman IV di perairan utara Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap.

"Untuk korban meninggal dunia, nanti kami akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham untuk memberi tali asih kepada keluarganya yang ditinggalkan," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng A Yuspahruddin saat dihubungi melalui saluran telepon dari Cilacap, Jumat (17/9/2021).

Menurut dia, kecelakaan yang menimpa Kapal Pengayoman IV tersebut mengakibatkan dua orang meninggal, sedangkan lima korban selamat saat ini telah kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: KPK Dalami Keterangan Tiga Saksi Terkait Peran Bupati Banjarnegara Dalam Mengatur Pemenang Lelang Proyek

Terkait dengan penanganan terhadap Kapal Pengayoman IV yang saat ini telah ditarik dari lokasi kecelakaan, dia mengatakan pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan tim ahli.

"Kalau sudah seperti itu, kami menunggu pertimbangan yang ahli. Kalau menurut ahli sudah tidak bisa digunakan, ya kami (ganti). Kebetulan saya dengar dari Pak Dirjen tadi memang sudah akan mengganti dengan kapal yang baru," katanya menjelaskan.

Yuspahruddin mengakui Kapal Pengayoman IV masih tergolong baru karena dibuat pada tahun 2012 dan digunakan untuk operasional lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan sejak tahun 2013.

Baca Juga: Polisi Sudah Menerima Laporan Penganiayaan Yang Dialami Muhammad Kece

Bahkan, pada tahun 2020, kata dia, kapal tersebut keluar dari dok setelah menjalani perbaikan kecil sejak akhir 2019.

"Artinya, kapal layak jalan. Tapi yang namanya musibah, kita kan tidak bisa menolak, ditambah lagi faktor alam," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Susulan Guncang Ambarawa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:13 WIB

Gempa Guncang Salatiga dan Ambarawa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:56 WIB
X