• Selasa, 7 Desember 2021

TNI AL Patroli di Perariran Laut Natuna Utara. Tidak Menemukan Ribuan Kapal Asing Seperti Diisukan Masyarakat

- Jumat, 17 September 2021 | 17:13 WIB
Panglima Komando Armada I Laksmana Muda TNI Arsyad Abdullah.  (ANTARA/Cherman)
Panglima Komando Armada I Laksmana Muda TNI Arsyad Abdullah. (ANTARA/Cherman)

BATAM, harianmerapi.com - TNI AL tidak menemukan ribuan kapal asing berlayar di Perairan Laut Natuna Utara saat melaksanakan patroli di batas landas kontinen. Patroli tersebut dilakukan untuk membuktikan adanya isu yang beredar di masyarakat, terkait banyaknya kapal asing di wilayah tersebut.

"Kami melaksanakan patroli, melihat pantauan dari udara situasi Laut Natuna Utara. Kami tidak menemukan adanya kapal ikan asing yang menangkap ikan di sana," ungkap Panglima Komando Armada I Laksmana Muda TNI Arsyad Abdullah di Natuna, Kepri, Jumat (17/9/2021).

Pihaknya melakukan pengamatan situasi di sekitar Laut Natuna Utara selama dua jam. Di Laut Natuna Utara, empat KRI unsur TNI AL melaksanakan patroli di batas landas kontinen.

Baca Juga: Berhasil Ungkap Kasus Perdagangan Anjing, Polres Kulon Progo Terima Penghargaan dari Dog Meat Free Indonesia

Dalam pantauannya, ia hanya melihat empat kapal yang sedang melintas perairan internasional. "Karena ZEE adalah perairan internasional, di mana merupakan hak lintas damai dari negara-negara yang akan melintas di perairan tersebut," tutur dia.

Berdasarkan pengamatan langsung, ia membantah isu yang sempat beredar di masyarakat. "Terkait akhir-akhir ini isu ada ribuan kapal di Laut Natuna Utara, menurut saya itu tidak berdasar. Karena kita menyaksikan sendiri tadi, dan tidak menemukan ribuan. Cuma ada beberapa kapal yang melaksanakan lintas damai," ujarnya.

Ia mempertanyakan sumber isu yang beredar, dan bagaimana membuktikan ribuan kapal berada di Laut Natuna Utara.

Baca Juga: Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Akan Mulai Uji Coba Untuk Dibuka. Ini Syarat Para Pengunjung

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, Laut Natuna Utara memiliki perbatasan dengan negara tetangga, khususnya dengan Vietnam. Pemerintah kedua negara telah menyepakati landas kontinen. Namun, tidak dengan ZEE, karena masih dalam perundingan.

Ia menegaskan bahwa ZEE merupakan perairan internasional. Setiap negara memiliki hak untuk melaksanakan lintas damai. Indonesia hanya memiliki hak berdaulat di sana, bukan kedaulatan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Kios Milik IPB di Dramaga Bogor Terbakar

Senin, 22 November 2021 | 10:37 WIB
X