• Rabu, 5 Oktober 2022

4 varian seblak miliki kandungan protein tinggi dan berikan cita rasa segar, gurih serta pedas

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 10:40 WIB
Masakan seblak mempunyai cita rasa khas dan kaya kandungan protein. ( Foto: Sulistyanto)
Masakan seblak mempunyai cita rasa khas dan kaya kandungan protein. ( Foto: Sulistyanto)



HARIAN MERAPI - Seblak dikenal sebagai masakan khas Sunda dan sejumlah sumber menyebutkan berasal dari wilayah Parahyangan, Jawa Barat lalu bisa menyebar ke berbagai daerah.

Bahkan seiring berkembangnya tren jajanan tradisional, seblak dapat ditemukan di lokasi-lokasi kuliner termasuk yang menyediakan aneka minuman kopi. Tak jarang bahan-bahan masakan sampai cara penyajian ada modifikasi tersendiri atau ada perbedaaan dengan seblak dari asalnya.

Seperti halnya saat menyambangi Candu Coffee di kawasan Jethak I Sidokarto Sleman akan menemukan 4 varian pilihan masakan seblak. Semua di banderol dengan harga terjangkau.

Baca Juga: China mulai kirim rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung, sejarah penting bagi Indonesia

“Dari empat varian seblak di tempat kami, semua ada bahan balungan atau tulang ayam, telur ayam, kerupuk dan sayur,” ungkap salah satu pengelola Candu Coffee, Shafa Asy Syifa, baru-baru ini.

Adanya bahan seperti telur ayam dan tulang ayam (masih ada dagingnya, meski tidak full) diyakini sebagai sumber protein. Baik daging maupun telur ayam banyak dikenal pula punya kandungan protein tinggi.

Adapun empat varian seblak yang tersedia di lokasi kuliner tersebut antara lain original (ada bahan telur, balungan ayam, sayur, kerupuk dan sosis). Ada lagi seblak sosis (telur, balungan ayam, sayur, sosis, kerupuk dan bakso).

Sedangkan seblak jamur (bahannya terdiri dari telur, balungan ayam, sayur, sosis, kerupuk dan jamur tiram). Lain halnya dengan seblak yang menggunakan bahan dumpling/ topping, yaitu dikenal dengan seblak dumpling (bahannya telur, balungan ayam, sayur, sosis, kerupuk dan dumpling).

Meski ada perbedaan sejumlah bahan, sebut Shafa, masakan seblak sama-sama memiliki cita rasa pedas, gurih dan menyegarkan. Ketika bisa dikonsumsi rutin pun diharapkan dapat mendukung kesehatan, sebab juga kaya kandungan protein.

Baca Juga: PPATK temukan Rp1,7 triliun aliran ke ACT lebih dari setengahnya ke entitas pribadi, ini rinciannya

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X