• Jumat, 12 Agustus 2022

Pemprov Jateng Dorong Konsumsi Makanan Pokok Non Beras, Pemkab Karanganyar Gelar Lomba Cipta Menu 2022

- Jumat, 24 Juni 2022 | 14:38 WIB
Bupati Karanganyar Juliyatmono mencicipi menu non beras dari pemenang lomba cipta menu 2022.  (Foto: Abdul Alim)
Bupati Karanganyar Juliyatmono mencicipi menu non beras dari pemenang lomba cipta menu 2022. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR, harianmerapi.com - Ketergantungan masyarakat Jawa Tengah pada konsumsi beras terhitung tinggi. Jika tak dibiasakan menyantap makanan pokok lain, dikhawatirkan situasi bergejolak saat terjadi paceklik.

Hal itu disampaikan Koordinator Seksi Konsumsi Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Eko Riyanto kepada awak media usai menghadiri Lomba Cipta Menu 2022 beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) di rumah dinas Bupati Karanganyar, Jumat (24/6/2022).

Ia menyebut perubahan iklim secara ekstrem bisa memicu penurunan produksi tanaman pangan. Termasuk beras. Celakanya, beras merupakan makanan pokok masyarakat Jawa Tengah.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pencuri di Sleman Gasak 8 Ekor Kambing: 3 Pelaku Ditangkap, Kambing Curian Belum Laku Dijual

Angkanya 88,6 kilogram perkapita pertahun. Angka ini termasuk cukup tinggi.

"Saat terjadi bencana alam atau perubahan iklim dan serangan hama yang menyebabkan paceklik beras maka akan kesulitan mencari komoditas itu. Akhirnya kolaps," katnya.

"Padahal kebutuhan makanan pokoknya beras. Nah, sebisa mungkin mengonsumsi variasi makanan pokok atau membiasakan mengganti beras dengan lainnya," lanjutnya.

Baca Juga: Kejar Target Pajak Hiburan yang Baru Tercapai 23 Persen, Begini Strategi Pemerintah Kabupaten Purworejo

Selain itu, ketergantungan konsumsi menyulitkan pemerintah menyudahi impornya. Ia menyebut konsumsi non beras terus digalakkan supaya mengurangi problem ketergantungan komoditas tersebut.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X