• Selasa, 16 Agustus 2022

Kiai Ageng Henis dan Jejaknya di Laweyan 2: Berhasil Mengajak Kiai Ageng Beluk Memeluk Agama Islam

- Kamis, 19 Mei 2022 | 20:10 WIB
Ilustrasi Kiai Ageng Henis berhasil mengajak Kiai Ageng Beluk memeluk agama Islam (Pramono Estu)
Ilustrasi Kiai Ageng Henis berhasil mengajak Kiai Ageng Beluk memeluk agama Islam (Pramono Estu)

harianmerapi.com - Kiai Ageng Henis dan Jejaknya di Laweyan. Kiai Ageng Henis adalah putra bungsu dari Ki Ageng Sela dengan Nyai Bicak (Putri Sunan Ngerang).

Kiai Ageng Henis memiliki enam saudara, semuanya perempuan, yaitu Nyai Ageng Lurung Tengah, Nyai Ageng Saba, Nyai Ageng Bangsri, Nyai Ageng Jati, Nyai Ageng Patanen dan Nyai Ageng Pakisdadu.

Kii Ageng Henis juga berjasa mengalahkan Arya Penangsang (Adipati Jipang Panolan) seorang musuh kerajaan Pajang sehingga Kiai Ageng Henis mendapatkan tanah perdikan dari Sultan Hadiwijaya (Raja Pajang) yaitu desa Laweyan.

 Baca Juga: Kiai Ageng Henis dan Jejaknya di Laweyan 1: Putra Bungsu Ki Ageng Sela yang Hijrah ke Pengging

Sejak saat itulah Kiai Ageng Henis tinggal, membangun, dan menetap di Laweyan. Tepatnya, pada tahun 1546, di sebelah utara pasar Laweyan (sekarang Kampung Lor Pasar Mati).

Syahdan, dalam serat Kandha disebutkan pula bahwa Kiai Ageng Henis dan seluruh keluarganya memperoleh pekerjaan dari Raja Pajang

yakni Sultan Hadiwijaya yang ebgitu senang dan kagum dengan kerja keras dan kemampuannya sehingga diberikanlah tanah Laweyan di Surakarta sebagai hadiah. Kiai Ageng Henis pun meninggal di sana.

Baca Juga: Bekerja Mencari Nafkah adalah Tugas Mulia yang Dicontohkan Para Nabi dan Rasul

Setelah Kiai Ageng Henis Meninggal, Kiai Pemanahan dan Kiai Panjawi menjadi lurah para prajurit tamtama Pajang.

***

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X