• Sabtu, 13 Agustus 2022

Bekerja Mencari Nafkah adalah Tugas Mulia yang Dicontohkan Para Nabi dan Rasul

- Kamis, 19 Mei 2022 | 05:30 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerapi.com - Islam mewajibkan umatnya bekerja maksimal. Bekerja mencari nafkah adalah tugas rasio (akal) dan fisik; jika manusia tidak bekerja maka ia tidak dapat memenuhi tugas hidupnya.

Manusia harus menggunakan akalnya untuk berfikir dan menjadikan pemikiran sebagai pedoman dalam kehidupan, sehingga tidak dikalahkan oleh hawa
nafsu.

Pemikiran yang negatif (negative thinking) akan mengakibatkan kerugian bagi dirinya dan orang lain.

Baca Juga: Cerita Lucu Misteri Sudut Jalan Kampung yang Angker dan Gagal Jadi Karyawan karena Ketiduran Saat Tes Tertulis

Bekerja merupakan tugas manusia dalam hidup, namun sayangnya masih banyak manusia yang tidak sungguh-sungguh mengerjakan apa yang menjadi beban tugas dan kewajibannya,

bahkan banyak yang menjadikan pekerjaan itu hanya sekadar kegemaran, tanpa memperhatikan efektifitas dan efisiensi pekerjaan yang dilakukan.

Pekerjaan merupakan sarana untuk memperoleh rezeki dan sumber penghidupan yang layak bagi kehidupan.

Dapat pula dikatakan bahwa bekerja adalah kewajiban dan kehidupan itu sendiri. Manusia hidup mempunyai tujuan, yang kemudian ditrjemahkan dalam visi dan misi hidup yang ia canangkan.

Ia hidup bukan sekadar untuk penghidupan saja, dan bukan pula sekadar menjaga eksistensi diri. Tujuan hidup manusia adalah perjuangan dan perlawanan.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 59: Gagal Melarikan Diri, Saksi Kunci Kasus Pembunhan itu Berhasil Ditangkap

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X