• Kamis, 30 Juni 2022

Babad Tanah Jawi: Legenda Keris Kala Munyeng dan Sunan Giri, Pena yang Menghancurkan Prajurit Majapahit

- Senin, 10 Januari 2022 | 15:00 WIB
Pena dari tangan Sunan Giri berubah jadi Keris Kala Munyeng (Ilustrasi Pramono Estu)
Pena dari tangan Sunan Giri berubah jadi Keris Kala Munyeng (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Cerita tentang Keris Kala Munyeng telah jadi legenda dan disulis alam Babad tanah Jawi, terkait dengan Sunnan Giri dan kerajaan Majapahit.

Sunan Giti yang nama kecilnya Raden Paku atau Muhammad Ainul Yakin, tidak saja penyebar agama Islam yang gigih, namun juga sebagai pembaharu pada zamannya.

Pesantrennya yang berada di Giri Kedaton, wilayah Gresik tidak hanya untuk belajar ilmu agama dalam arti sempit namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat.

Baca Juga: 10 Manfaat Shalawat Kepada Nabi Muhammad, di antaranya Dapat Mencukupi Kepentingan Duniawi

Babad Tanah Jawi menyebutkan, kala itu pesantren Giri Kedaton tumbuh dengan pesat, dan menjadikan pusat politik yang penting di Jawa.

Ketika Raden Patah di Demak Bintara melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, Sunan Giri bertindak menjadi penasehat sekaligus panglima militer Kasultanan Demak.

Tentu saja lambat laun Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri, yang diakui sebagai pemimpin tertinggi bidang agama di tanah Jawa.

Akibat pengaruh Sunan Giri yang semakin meluas, tentu saja membuat marah penguasa Majapahit Prabu Brawijaya.

Baca Juga: Tujuh Manfaat dan Keutamaan Membaca Istighfar, Salah Satunya Membuka Pintu Rezeki

Dikirimlah Patih Gajahmada dengan prajuritnya untuk memerangi Sunan Giri, tentu saja membuat semua penduduk Giri ketakutan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X