• Jumat, 27 Mei 2022

Keris Tangguh Entho-entho, Dulu Alat Perang sebagai Pusaka Andalan Sekarang Jadi Kelangenan

- Senin, 10 Januari 2022 | 09:00 WIB
Keris memiliki makna yang dalam bagi orang Jawa. (Ilustrasi Pramono Estu)
Keris memiliki makna yang dalam bagi orang Jawa. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Bagi sebagian besar orang Jawa, ada yang masih menganggap keris atau pun tosan aji lainnya bukan sekadar benda biasa.

Hasil karya perajin atau pun empu sohor ini bahkan ada yang mendudukannya menjadi pusaka, bukan sebagai alat bertempur layaknya senjata tajam lainnya.

Sebilah keris justru disakralkan dan berpantang dijadikan senjata untuk membunuh. Keris menempati kedudukannya sebagai pusaka yang memiliki nilai lebih tinggi dari sekadar senjata untuk bertempur dan membunuh, menumpahkan darah.

Baca Juga: Remaja Belajar dari Lingkungan Sosialnya

"Dalam sejarah penggunaan keris sebagai alat untuk membunuh mungkin pada awal kerajaan Singosari ketika Ken Arok membunuh Tunggul Ametung. Hingga ada yang menyebutnya kutukan keris Empu Gandring," tutur Empu Sungkono Arumbrojo pewaris tangguh Entho-entho di rumahnya Seyegan.

Perkembangan selanjutnya meski keris masih dijadikan senjata, namun sedikit cerita yang menyebutkan secara langsung menggunakan keris sebagai senjata untuk saling bunuh.

Bahkan pada tataran masyarakat tertentu berpandangan bahwa keris memiliki kaitan dengan kedudukan dan status seseorang dalam masyarakat.

Menurut Sungkono, keris tangguh Entho-entho saat ini lebih banyak menjadi semacam klangenan karena keindahan pamornya yang memiliki makna kamuliaan pemiliknya.

Baca Juga: Amalan Shalawat di Pagi Hari, Pembuka Pintu Rezeki Sepanjang Hari

Banyak yang kemudian mampu membaca dengan cermat pamor dalam bilah keris dikaitkan dengan lancarnya rezeki, mulusnya perjalanan karier seseorang bahkan karisma dan kewibawaan seorang pejabat juga bisa dipengaruhi dari keris pusaka yang dimilikinya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X