• Jumat, 12 Agustus 2022

Babad Tanah Jawi: Ki Ageng Selamanik Senopati yang Melanjutkan Perjuangan Pangeran Diponegoro Melawan Belanda

- Selasa, 11 Januari 2022 | 12:00 WIB
 Ki Ageng Selamanik gigih melawan kumpeni Belanda. (Ilustrasi Pramono Estu)
Ki Ageng Selamanik gigih melawan kumpeni Belanda. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Di Kota Banjarnegara Jawa Tengah ada taman rekreasi Serulingmas. Sebelum dinamakan Serulingmas, konon bernama Taman Wisata Ki Ageng Selamanik. Siapakah Ki Ageng Selamanik itu?

Dalam babad Tanah Jawi diceriterakan, taman wisata tersebut merupakan wilayah peninggalan petilasane Ki Ageng Selamanik. Beliau adalah salah seorang senopati perang Pangeran Diponegoro yang peng-pengan ketika pecah perang melawan penjajah Kumpeni Belanda.

Begitu Pangeran Diponegoro dirangket Kumpeni Belanda, Ki Ageng Selamanik bersama keluarga dan prajuritnya menyingkir ke arah barat masuk wilayah Kaliwiro, Wonosobo.

Baca Juga: Busyro Muqoddas: PP Muhammadiyah Sangat Respek dan Peduli pada Persoalan Dunia Pendidikan di Indonesia

Di tempat itulah Ki Ageng Selamanik mengumpulkan para muda untuk digladhi perang menjadi prajurit, meneruskan perjuangan Pangeran Diponegoro.

Ki Ageng memberikan wulangan soal agama, dan olah kanuragan kepada para muda yang semakin hari semakin banyak.

Rupanya Kumpeni Belanda mengetahui, maka dikirimlah serdadu untuk menangkap Ki Ageng Selamanik. Namun ternyata Ki Ageng Selamanik ngerti sadurunge winarah, sebelum tempat itu digerebek, beliau membawa seluruh keluarga dan para pengikutnya menyingkir ke daerah lain masih di wilayah Wonosobo.

Begitulah, berkali-kali serdadu Kumpeni Belanda mau menggerebek, Ki Ageng Selamanik telah lolos, membuat Kumpeni Belanda semakin jengkel.

Baca Juga: Pesan Simbah: Jangan Main di Luar Rumah Sore Menjelang Maghrib, Nanti Diculik Bethara Kala

Kumpeni Belanda kehabisan akal untuk menangkap Ki Ageng Selamanik, maka dibukalah sayembara yang berbunyi: "Barang siapa yang mampu menangkap Ki Ageng Selamanik hidup atau mati, akan mendapat hadiah uang rujak weni yakni mata uang pecahan rini, sen, tali dan kethip dicampur menjadi satu tempat.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X