Lepas dari Pelukan Gendruwo Tampan, Janda Paroh Baya Memilih Menikah dengan Eyang

- Senin, 9 Mei 2022 | 19:10 WIB
Janda paroh baya Bu Tuzie ingin menikah dengan laki-laki tampan yang ternyata gendruwo. (Ilustrasi Pramono Estu)
Janda paroh baya Bu Tuzie ingin menikah dengan laki-laki tampan yang ternyata gendruwo. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Godaan menjadi janda paroh baya adalah keinginan menikah lagi. Apalagi saat ketemu laki-laki tampan.

Tapi bagaimana jadinya setelah tahu laki-laki tampan dan wangi itu ternyata sosok gendruwo?

Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan “Anak Polah Bapa Kepradhah”. Kurang-lebih artinya; jika anak mempunyai kehendak, maka orangtua wajib memenuhinya. Tentu saja kehendak yang baik.

Baca Juga: Tujuan Pendidikan dalam Pandangan Islam adalah Melahirkan Hamba-hamba Allah Yang Maha Rahman (‘Ibadurrahman)

Namun yang dialami Hodo, sebaliknya. Hodo, lajang berusia duapuluh delapan tahun itu terpaksa pontang- panting kesana-kemari demi memenuhi keinginan Bu Tuzie, Ibu kandungnya.

Bu Tuzie, janda paro baya itu ingin menikah lagi dengan sosok laki-laki tampan yang sering menyambanginya.

Hodo jengkel setelah mengetahui siapa sosok lelaki tersebut. Ternyata bukan manusia lumrah.

Namun gendruwo yang jika datang menyambangi Ibunya, selalu memba-memba lelaki muda, tampan, dan wangi.

“Apa pun alasannya, aku tidak setuju”, ujar Hodo tegas. Kali itu Hodo terpaksa melawan kehendak orangtuanya yang tidak wajar tersebut.

Baca Juga: Kisah Nyata Ada Mama Baru Sang Ayah Hanya Senyum-senyum dan Akibat Melanggar Tradisi di Kampung

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X