• Senin, 27 Juni 2022

Cinta Mati pada Wayang Kulit, Sampai Kekuatan Raden Gatotkaca Terbawa Dalam Dunia Nyata

- Jumat, 24 Desember 2021 | 19:00 WIB
Saun  berani karena merasa dilindungi Gatotkaca (Ilustrasi Pramono Estu)
Saun berani karena merasa dilindungi Gatotkaca (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Bagi Saun, bocah laki-laki berusia dua belas tahun cintanya kepada wayang kulit di atas segalanya. Boleh dikata cinta mati.

Sampai-sampai, wayang kulit yang adalah benda mati, terbuat dari kulit kerbau, dalam benak dan pikiran Saun adalah tokoh yang benar-benar hidup. Tokoh wayang idolanya adalah Raden Gatotkaca.

Kapan pun dan dimana pun ada pergelaran wayang kulit, jika lokasinya masih bisa dijangkau dengan sepeda BMX-nya, dia pasti menonton.

Baca Juga: Unggah Foto Peluk Reza Rahadian, Pemeran Film Layangan Putus Anya Geraldine: Aku Paling Sebel Kamu Pulang

Seperti malam itu ketika Pak Bahumantiko menggelar pentas wayang kulit untuk memeriahkan syukuran ambal warsanya.

Meski pergi nonton hanya sendirian, Saun tak peduli. Tempat nonton yang paling dia suka adalah di sisi kiri atau sisi kanan Ki Dalang memainkan wayangnya.

Mungkin karena pergelaran malam itu dilakukan oleh Dalang sepuh, menjelang tengah malam kantuknya tidak tertahankan lagi.

Baca Juga: Bukan Cinta Sejati 31: Rumah Tangga Hancur Berantakan, yang Tersisa Tinggal Sebuah Penyesalan

Bolak-balik ke ruang belakang dengan maksud cuci muka untuk mengusir kantuk, tidak membuahkan hasil.

Tetap saja kepala Saun dheklak-dhekluk. Bahkan sesekali kepalanya menatap peti wayang. Ingin pulang, di tengah malam begini, ciut juga nyalinya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X