• Jumat, 12 Agustus 2022

Tidak Ada Mantan Anak 1: Menyimpan Dendam karena Ditinggal Ayah Sejak Bayi

- Kamis, 2 Desember 2021 | 12:29 WIB
Bonikem hanya bisa berdoa untuk menguatkan hatinya karena harus membesarkan anaknya seorang diri. (Ilustrasi Sibhe)
Bonikem hanya bisa berdoa untuk menguatkan hatinya karena harus membesarkan anaknya seorang diri. (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Figur ayah sangat penting bagi seorang anak. Namun jika sang ayah meninggalkannya, bahkan ketika masih bayi, bisa jadi ada rasa dendam di hati si anak kelak saat sudah besar.

Begitu pula yang dirasakan Jiman, yang ditinggal Jumanto sang ayah, ketika ia masih bayi berusia 5 bulan.

Berbeda dengan sang ibu, Bonikem. yang lebih menerima keadaan. Seperti hanya saat ini, ada rasa senang sekaligus sedih menyelimuti hati Bonikem. Senang karena anak semata wayangnya, Jiman sudah lulus sekolah SMA.

Baca Juga: Misteri Sosok Perempuan Mirip Ibu yang Mengenakan Mukena di Kamar

Dengan susah payah Boninem harus menghidupi dirinya sendiri sekaligus membiayai pendidikan Jimin, karena sejak anaknya itu berusia lima bulan sudah ditinggal ayahnya, Jumanto (nama samaran).

Di sisi lain hati Boninem juga sedih, lantaran Jiman pernah mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

"Biayanya pasti banyak, dari mana saya mendapatkannya," kata Bonikem dalam hati.

Baca Juga: Tiga Saudara Bernama Desy Ratnasari dan Pengin Cucu Laki-laki untuk Diajak Ngarit

"Mbok, pokoknya aku harus jadi sarjana. Kalau simbok tidak mampu cari biaya, biar Jimin kuliah sambil bekerja," kata Jiman ketika itu.

Bonikem hanya diam seriba bahasa, karena tidak tahu apa yang akan diucapkan pada Jiman. Anaknya itu memang punya semangat tinggi soal pendidikan, karena punya keinginan untuk mengantar simboknya kelak bisa naik Haji.

Selain itu, sepertinya ada rasa 'dendam' di hati Jiman, karena ditinggal ayahnya saat ia masih bayi.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X