• Selasa, 31 Januari 2023

Tujuh hikmah menjaga lisan, di antaranya menghindari sifat keras hati

- Senin, 23 Januari 2023 | 07:36 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Sabda Rasulullah SAW yang lain: “Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga Sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)." (HR. Bukhari Muslim).

Orang yang selalu berusaha menjaga lisan, dengan mengatakan hal-hal yang positif dan menghindari banyak bersuara untuk hal-hal negatif atau sengaja untuk menyakiti hati orang lain, akan mendapatkan berbagai hikmah dan keuntungan; antara lain:

Baca Juga: Indonesia mengutuk keras pembakaran Al Quran di Stockholm Swedia

Pertama, menghindari sifat keras hati.

Umumnya seseorang yang banyak berbicara dan suka mengumbar-umbar perkataan dosa, hatinya dipenuhi dengan penyakit.

Mereka itu orang-orang yang berhati keras. Tidak mudah menerima nasehat.

Bahkan jika mendengar firman Allah (Al-Quran) hatinya sama sekali tak bergetar.

Naudzubillah mindzalik.

Dari Ibnu Umar ra., katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Janganlah engkau semua memperbanyak kata, selain untuk berzikir kepada Alloh Ta’ala, sebab sesungguhnya banyaknya pembicaraan kerasnya hati dan sesungguhnya sejauh – jauh manusia dari Alloh ialah yang berhati keras, yakni enggan menerima petunjuk baik.” (HR. At Tirmidzi)

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X