• Rabu, 30 November 2022

Beragama secara dewasa dan proporsional

- Sabtu, 10 September 2022 | 06:42 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Banyak orang beragama karena hasil keturunan atau karena pengaruh lingkungan.

Orang memeluk Islam misalnya, karena dilahirkan oleh orang tua yang beragama Islam dan dibesarkan dalam lingkungan yang beragama Islam pula.

Keadaan demikian, biasanya, ia tidak pernah bertanya tentang ke-Islmannya. Berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah komunitas bukan muslim.

Baca Juga: Membangun keadilan sosial dalam pendekatan profetik: Menempatkan orang lain dalam posisi yang mulia

Padanya sering timbul pertanyaan tentang “sampai dimana kebenaran agama yang dipeluknya dibanding dengan agama yang dipeluk orang lain”.

Baginya untuk meyakinkan agama yang dipeluknya diperlukan argumentasi yang meyakinkan, dan melalui kajian-kajian dan perdebatan yang panjang.

Era informasi sekarang ini, orang-orang sangat bergantung pada informasi yang diterimanya.

Bermacam budaya dunia era globalisasi saat ini telah merubah cara hidup manusia.

Agama, norma, budaya, pola perilaku banyak bergeser. Firman Allah SWT:

“Janganlah kamu mengikuti suatu pendirian tanpa pengetahuan yang meyakinkan, sebab pendengaran, penglihatan dan hati itu masing-masing akan dimintai pertanggungan jawab”. (QS. Al-Isra’, 17:36).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB

Bersikaplah jujur dalam setiap keadaan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:02 WIB

Muhasabah menuju masa depan lebih baik

Selasa, 25 Oktober 2022 | 05:30 WIB
X