Galang 90 perupa perempuan, Komunitas Lintas Batas gelar pameran besar nasional 4 'Mantra Cinta'

photo author
Redaksi Merapi, Harian Merapi
- Minggu, 5 Maret 2023 | 06:06 WIB
Watie bersama salah seorang peserta Dwi Rahayu Ningsih, instalasi jejak kasih seorang ibu.  (Foto: Teguh Priyono )
Watie bersama salah seorang peserta Dwi Rahayu Ningsih, instalasi jejak kasih seorang ibu. (Foto: Teguh Priyono )



HARIAN MERAPI - Tidak kurang 90 perupa perempuan yang tergabung dalam Komunitas Lintas Batas, kembali menghelat pameran besar seni rupa tingkat Nasional #4 bertajuk "Mantra Cinta" di Pendapa Art Space Ring Road Selatan Panggungharjo, Sewon, Bantul, sejak Sabtu (4/3/2023) hingga Sabtu (11/3/2023) selama tujuh hari mendatang.


Demikian disampaikan inisiator sekaligus Ketua Lintas Batas, Watie Respati kepada Koran Merapi di sela kegiatan display, Jumat (3/3/2023).

Menurut Watie, pameran dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Yogyakarta, Erlina Hidayati Sumardi, S.IP.,M.M.

Baca Juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Kementerian ESDM minta Pertamina lakukan analisis risiko seluruh fasilitas


"Ini pameran ke empat yang kita gelar, sudah lama kita rencanakan. Tetapi banyak teman teman yang juga sedang mempersiapkan pameran lain. Sehingga hanya 90 Perupa Perempuan yang bisa hadir dalam Mantra Cinta ini,"urai Watie Respati.


Menurut perempuan yang mendapat julukan Srikandi Pamerannya Jogja, dalam kesempatan kali ini selain pameran rangkaian kegiatan juga digelar Bazar Craft home industri karya para perempuan peserta pameran, kegiatan bazar dilaksanakan sebelum pembukaan pameran, Sabtu (4/3/2023) bertempat di belakang ruang pamer.


"Kita juga akan menggelar Bazar Craft karya para peserta pameran sebelum acara pembukaan pameran Mantra Cinta dimulai,"tuturnya.

Baca Juga: Soroti dampak kebakaran pipa BBM Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara, ini pernyataan Wapres KH Ma'ruf Amin


Dalam pameran ini menurut Watie, selain menampilkan karya lukis dengan beragam media tidak hanya di atas kanvas. Namun juga ada sejumlah karya yang memanfaatkan media kertas dan kain. Sementara itu sejumlah karya 3 dimensi dan karya instalasi tidak kalah menariknya untuk dinikmati.


Menurut Watie ada keunikan tersendiri terkait dengan pemilihan bahan dan teknik dalam mengeksekusi karya, selain memanfaatkan limbah plastik dan kain juga memanfaatkan berbagai macam perabotan dapur tempo doeloe yang saat ini mungkin sulit untuk ditemukan lagi.


"Komunitas Lintas Batas ini merupakan komunitas perempuan dengan berbagai macam profesi dari berbagai daerah di tanah air yang disatukan dengan kesamaan hobi melukis. Jadi bukan hanya seniman saja, banyak profesi termasuk juga ibu rumah tangga yang suka melukis," tandas Watie.

Baca Juga: Kebakaran pipa BBM Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara, rumah ludes terbakar, 622 warga mengungsi!


Sementara itu menurut Prof.Hajar Pamadhi dalam catatan pengantar pameran ini mengungkapkan, Mantra Cinta adalah ungkapan cinta dengan penuh harap menimbulkan vibrasi batin pameran ini dipenuhi dengan energi doa agar vibrasi cinta seorang perempuan terhadap seseorang, pekerjaan, harapan, kesenangan, pertemanan, alam serta Tuhan, sampai.


"Mantra ini dilantunkan lewat garis, warna dan betuk untuk menghasilkan vibrasi cinta,"urai dia.


Lebih lanjut menurut Prof. Hajar Pamadhi, Mantra Cinta divisualkan ke dalam empat matra yaitu matra fisik di mana pancaindra manusia sebagai media penangkapan dan mengekspresikannya ke dalam karya seni, kedua matra rasa dengan memfokuskan membran seseorang terhadap mata sasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X