• Jumat, 21 Januari 2022

Bandara YIA Dinaungi Aura Magis Ratusan Seni Rupa Wayang

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 16:06 WIB
Nuansa serba wayang di Bandara YIA.  (Dok. Dini Media Pro)
Nuansa serba wayang di Bandara YIA. (Dok. Dini Media Pro)

harianmerapi.com - Pameran karya senirupa wayang yang ditampilkan 22 seniman dari DIY dan Jateng masih dirasakan aura magis dan adiluhungnya yang mengepung Bandara YIA di Kulon Progo Yogyakarta.

Kegiatan pameran wayang itu sendiri masih akan berlangsung sampai 15 November 2021.

Menurut GM Angkasa Pura 1 Agus Pandu Purnama, keindahan wayang dalam karya senirupa memiliki filosofi tersendiri karena juga mengungkap bagaimana kehidupan manusia. Bahkan cerita cerita wayang memiliki keunikan sebagaimana filosofinya wewayanging urip.

Baca Juga: Dinkes-Disdikpora Gunungkidul Lakukan Screening di Sekolah untuk Jamin Keamanan PTM

Bupati Purworejo Agus Bastian SE.,MM yang membuka pameran Sabtu (23/10) lalu menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada DINI Media Pro yang telah bekerjasa sama dengan PT Angkasapura I menggelar Pameran Karya Seni Rupa Wayang dan Cerita-Cerita Lainnya di bandara kebanggaan kita Yogyakarta International Airport.

"Walau saat ini masih dalam masa pandemi, tapi kita senantiasa harus merawat semangat berkarya kita. Kita semua berharap agar kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi masyarakat terhadap dunia seni rupa, sekaligus wadah untuk mengekspresikan karya para pegiat senirupa," katanya.

Kehadiran pemerintah dan komponen terkait memang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM, perajin dan seniman, karena mereka adalah kelompok yang sangat terdampak di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Manajemen PSS Segera Putuskan Nasib Dejan Antonic Usai Dirut PT PSS Marco Gracia Resmi Diberhentikan

"Tak hanya memberi dampak ekonomi, kegiatan pameran ini diharapkan dapat menjaga asa dan harapan para seniman agar tak patah semangat dan terus berkreativitas" kata Bupati yang sangat dekat dengan seniman ini.

Masih menurut Agus Bastian, Wayang telah diakui UNESCO sebagai kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya. Pada tanggal 7 November 2003 silam, UNESCO menobatkan wayang sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia. Sejak itulah, tanggal 7 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X