• Sabtu, 4 Desember 2021

Pelaku Perkosaan Anak Bebas, KPPA Aceh: Keputusan yang Tak Adil

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 20:22 WIB
Ilustrasi  (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi (ANTARA/Shutterstock)

BANDA ACEH,harianmerapi.com- Seorang pelaku pemerkosa bocah di Aceh lolos dari jerat hukum. Dia dibebaskan oleh Mahkamah Syariah (MS) Aceh. Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Aceh (KPPAA) pun angkat bicara.

Anggota Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Aceh (KPPAA) Firdaus Nyak Idin menilai vonis bebas terdakwa pemerkosa anak oleh Mahkamah Syariah (MS) Aceh merupakan keputusan yang tidak adil dan terkesan mengabaikan hasil visum.

"Benar-benar keputusan yang tidak adil, alih-alih berpihak pada anak, hasil visum pun terkesan diabaikan," kata Firdaus Nyak Idin, di Banda Aceh, Sabtu (9/10/2021).

Sebelumnya, Mahkamah Syar'iyah Aceh memvonis bebas terdakwa pemerkosa bocah di Aceh Besar berinisial SUR (45), terdakwa merupakan ayah kandung dari korban.
Putusan bebas tersebut dibacakan hakim dalam sidang banding yang berlangsung di Mahkamah Syar’iyah Aceh, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Ayah Cabuli Anak Kandung Sendiri Ditangkap Polisi Karawang

Firdaus menyampaikan sejauh ini keluarga korban telah membuat laporan kepada Komisi I DPR Aceh perihal putusan bebas tersebut dan KPPAA mendukung langkah itu agar harapan revisi qanun semakin terbuka.

"Bahkan dalam putusan ini, terkesan malah ibu kandung korban yang dianggap melaporkan kasus karena benci dan dendam," ujarnya.
Firdaus mengatakan putusan tersebut memperkuat asumsi adanya masalah sistemik dalam penerapan qanun jinayat terhadap pelaku kekerasan seksual anak.

Menurutnya, unsur pendukung sistem terkait qanun jinayat seperti kapasitas SDM hakim dinilai kurang memadai dalam memutuskan perkara yang berpihak pada anak.
Firdaus menilai puncak permasalahan ini ada pada qanun jinayat, karena itu seharusnya kasus tersebut dapat menyadarkan semua pihak bahwa qanun ini benar-benar harus direvisi.

Baca Juga: Warga Gruduk Rumah Guru Ngaji di Gunungkidul, Pelaku Oknum PNS Cabuli Bocah dengan Dalih Usir Jin

"Pasal terkait kekerasan seksual terhadap anak harus dicabut, dan hakim MS tidak punya kapasitas menyidangkan kasus kekerasan seksual anak," katanya.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X