• Senin, 24 Januari 2022

Oknum Guru Pedofil Yang Cabuli 12 Muridnya Itu Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

- Rabu, 15 September 2021 | 19:13 WIB
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Hisar Sialagan, didampingi Kasubdit PPA, Komisaris Polisi Masnoni, mengungkap kasus tindak pidana fedofilia 12 santri Pondok Pesantren, di Palembang, Rabu. Kasusnya terjadi di Kabupaten Ogan Ilir.  (ANTARA/M Riezko B Elko)
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Hisar Sialagan, didampingi Kasubdit PPA, Komisaris Polisi Masnoni, mengungkap kasus tindak pidana fedofilia 12 santri Pondok Pesantren, di Palembang, Rabu. Kasusnya terjadi di Kabupaten Ogan Ilir. (ANTARA/M Riezko B Elko)

 

SUMATERA SELATAN, harianmerapi.com - Seorang oknum guru salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Ogan Ilir yang diduga telah melakukan tindak pidana pedofilia terhadap 12 muridnya sendiri, berhasil dringkus polisi.

"Tersangka ditangkap di rumah orangtua salah satu korban nyaris tanpa perlawanan," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Hisar Sialagan, di Markas Polda Sumatera Selatan, Palembang, Rabu (15/9/2021).

Hisar mengatakan, tersangka Junaidi (22) ditangkap nyaris tanpa perlawanan oleh anggota Subdit IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) pada Senin (13/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut dia, kasus pedofilia ini terungkap setelah unit PPA Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan menerima laporan dari orangtua korban bahwa anak mereka diduga telah menjadi korban.

Baca Juga: Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Terbaik di Dunia Dalam Penanggulangan Covid-19. Ini Alasannya

Sebab sebelum membuat laporan, mereka terlebih dulu memeriksakan kondisi kesehatan anak yang sakit secara tidak wajar di kemaluannya kepada dokter.

Setelah diperiksa, dokter mendiagnosa anak itu sudah menjadi korban kekerasan seksual. Lalu karena tidak bisa menahan sakitnya, seorang anak itu membenarkan diagnosa dokter itu dengan mengatakan dia pernah dipaksa melakukan tindakan asusila oleh gurunya di Pondok Pesantren AT.

Berdasarkan keterangan dari saksi, korbannya bukan hanya satu orang tapi pelaku melakukan tindakan pedofilia kepada 12 anak, masing-masing enam orang disodomi dan enam lainnya mendapat perlakuan cabul. "Kasus ini masih dalam pengembangan penyidik," ujarnya lagi.

Baca Juga: Raisa Luncurkan Single Baru 'You Better Believe Me' dan Menggandeng Rapper Kara Chenoa

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Jember

Senin, 17 Januari 2022 | 08:30 WIB

Gempa Bumi Banten, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 16 Januari 2022 | 17:45 WIB
X