• Jumat, 22 Oktober 2021

Mengenal Sejarah Purba di Situs Sangiran, Ini Link Kunjung Museum Secara Virtual

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:40 WIB
Link kunjung Museum Sangiran secara virtual. (tangkap layar laman Kemendikbud)
Link kunjung Museum Sangiran secara virtual. (tangkap layar laman Kemendikbud)

harianmerapi.com – Situs Sangiran sudah ditetapkan sebagai warisan dunia karena memiliki berbagai bukti kehidupan prasejarah. Situs ini menyimpan koleksi terlengkap tentang prasejarah di Jawa.

Dikutip dari laman museumindonesia, Situs Sangiran berada tiga kecamatan di Kabupaten Sragen yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh.

Kemudian situs Sangiran juga berada di satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan Gondangrejo.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 12 Oktober 2021: Taurus Saling Membutuhkan, Virgo Mendapati Perilaku Aneh Pasangannya

Keberadaan Situs Sangiran sangat bermanfaat untuk mempelajari kehidupan manusia prasejarah karena situs ini dilengkapi dengan fosil manusia purba, hasil-hasil budaya manusia purba, fosil flora dan fauna purba beserta gambaran stratigrafinya.

Dilihat dari hasil temuannya, Situs Sangiran merupakan situs prasejarah yang memiliki peran yang sangat penting dalam memahami proses evolusi manusia dan merupakan situs purbakala yang paling lengkap di Asia bahkan di dunia.

Sehingga bukan hal yang aneh ketika Situs Mangiran ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia Nomor 593. Penetapan itu dilakukan Komite World Heritage.

Baca Juga: Misteri Pentas Ketoprak di Hutan Randublatung 1: Tidak Ada Satu pun Mobil yang Melintas

Museum Sangiran yang berada di Situs Sangiran menyimpan banyak koleksi prasejarah. Koleksi museum yang dapat kita nikmati adalah:

Fosil binatang laut dan air tawar, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Moluska (kelas Pelecypoda dan Gastropoda), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera.

Fosil manusia, antara lain Australopithecus africanus (replika), Pithecanthropus mojokertensis (Pithecanthropus robustus) (replika), Homo soloensis (replika), Homo neanderthal Eropa (replika), Homo neanderthal Asia (replika), dan Homo sapiens.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musyawarah Tingkatkan Kualitas Prodi Teknik Mesin

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:20 WIB
X