• Sabtu, 26 November 2022

Janda di Pati butuh organisasi resmi untuk pendampingan dan advokasi

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:56 WIB
Beberapa relawan yang sering mengadvokasi janda di Pati. ( Alwi Alaydrus)
Beberapa relawan yang sering mengadvokasi janda di Pati. ( Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Ternyata keberadaan dan permasalahan janda di Kabupaten Pati menarik untuk dikaji.

Selain jumlahnya yang bertambah, juga memunculkan beberapa relawan yang setia mendampingi organisasi janda Pati. Hal tersebut, terungkap pada diskusi yang digelar PGL.

"Janda di Pati akan membuat wadah organisasi resmi, seperti yang ada di Trenggalek Jatim," kata AB Purwanto SH, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: Polres Sukoharjo tangkap pelaku curat rumah kosong, ternyata merupakan komplotan lintas daerah

Diungkapkannya, ratusan janda Pati sebenarnya sudah membuat organisasi. Namun organisasinya belum resmi. Baru wadah pertemuan senasib.

"Mereka setiap bulan mengadakan arisan. Lalu dilanjutkan dengan saling berbagi ilmu dan ketrampilan. Misalnya membuat kue, kerajinan tangan, dan cara memasarkan," ucap AB Purwanto.

"Beaya pertemuan hasil iuran bersama. Dan narasumber pemberi pelatihan, biasanya janda yang dulu TKW," katanya.

"Karena ketika bekerja di luar negeri, biasanya mereka menyempatkan diri untuk menimba ilmu, sebagai bekal agar bisa mendapat penghasilan, saat mereka di rumah lagi," tambahnya.

Baca Juga: Polres Sleman rekonstruksi kasus penganiayaan suporter PSS Sleman yang menewaskan satu orang

Munculnya sejumlah laki-laki yang rela menjadi relawan pengawal janda, kata AB Purwanto, karena dapat memberikan advokasi jika ada janda yang menghadapi permasalahan hukum.

Misalnya soal gugatan harta warisan, atau masalah hak asuh anak.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini sikap Pj Walikota Salatiga terhadap SKPD yang bandel

Selasa, 22 November 2022 | 18:15 WIB

Mahkamah Agung putuskan KSP Intidana batal pailit

Minggu, 20 November 2022 | 18:30 WIB
X