• Senin, 3 Oktober 2022

Kejari Pati selidiki dugaan kasus dana Rp 5,1 Miliar Bumdesma Pati

- Kamis, 22 September 2022 | 16:57 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Mahmudi SH MH. ( Foto : Alwi Alaydrus)
Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Mahmudi SH MH. ( Foto : Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Mahmudi SH MH memastikan jika pihaknya tetap konsen dalam penanganan dugaan kasus di Bumdesma.

"Ini sudah penyidikan di pidana khusus (pidsus)" ujarnya di Pati, Kamis (22/9).

Sebagaimana diberitakan, sejumlah tokoh masyarakat di Pati, meminta agar Bumdesma segera mencairkan bagi hasil (deviden). Karena sebanyak 154 bumdes yang pada tahun 2018 mengirim dana penyertaan modal. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 5,1 miliar.

Baca Juga: Polda DIY sambangi warga Godean dan bagikan bantuan sembako untuk warga

Diduga, dana tersebut tidak ada di kas Bumdesma. Kumpulan dana sebesar Rp 4.750.00.000 dijadikan modal usaha (dikelola) PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (MBSP). Akibat carut marut pengelolaan dana, terpaksa dilakukan audit independen.

Sebelumnya, Ketua Bumdesma Pati, Rusdiyanto SE menyatakan siap membuka semua data masalah keuangan. Hal yang sama juga diungkapkan direktur PT MBSP, Reza.

Carut marut masalah penyertaan modal Badan Usaha Desa Bersama (Bumdesma) sebesar Rp 5,1 miliar tersebut, kemudian dilaporkan LBH Joeang Pati ke Kejaksaan Negeri Pati

Baca Juga: Kasus bunuh diri di Gunungkidul tinggi, warga percaya karena ada pulung gantung, apa itu?

"Seharusnya, kejari Pati sudah bisa menetapkan calon tersangka. Karena kasusnya, sangat terang benderang". Demikian ditegaskan Direktur LBH Joeang Pati, Fatkurochman SH MH.

"Kalau sampai awal Oktober tidak ada perkembangan penanganan di kejari Pati, maka kasus Bumdesma akan kami laporkan ke Kejaksaan Agung di Jakarta" tegas Fatkurochman.

Menurutnya lagi, dugaan kasus Bumdesma Pati sudah terang benderang, yakni terjadi perbuatan melawan hukum (PMH). Karena aliran dana ke para pihak, tanpa didasari keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) Bumdesma.

"Jadi, petugas kejaksaan seharusnya tidak lagi melakukan penyelidikan, namun sudah masuk ke tahap penyidikan" ucap Fatkurochman.

Baca Juga: Kisah Rinaldi yang punya selingkuhan gaib 3: Setelah kaya raya istri malah tak diberi nafkah batin

"Ini sudah sangat jelas, adanya pelaku pembawa dana, dan aktor intelektual sebagai pengatur masalah keuangan" imbuhnya.

Terkait hal itu, Ketua LBH Joeang Pati menyatakan dua sikapnya.

"Kalau kejari mau SP3 (penghentian) perkara, maka kami akan langsung mengambil langkah hukum, berupa praperadilan. Sikap kedua, kami akan tetap mengawal kasus Bumdesma Pati harus sampai ke sidang pengadilan" tegasnya. *

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X