• Minggu, 2 Oktober 2022

Masih temui pegawai pajak nakal? DJP ajak publik lapor lewat kanal Whistleblowing System DJP, begini caranya!

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 23:23 WIB
Kampanye Ditjen Pajak Anti Korupsi, bentuk komitmen mewujudkan birokrasi pajak yang bersih dan melayani. (Foto: Jarot Sarwosambodo)
Kampanye Ditjen Pajak Anti Korupsi, bentuk komitmen mewujudkan birokrasi pajak yang bersih dan melayani. (Foto: Jarot Sarwosambodo)

HARIAN MERAPI - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberlakukan aturan tegas bagi pegawai pajak nakal yang masih nekat meminta sesuatu kepada wajib pajak.

DJP bertekad mewujudkan pelaksanaan perpajakan yang bersih dari korupsi, bebas dari pegawai nakal.

Untuk mendukung kebijakan tegas itu, DJP membuka kanal Wistleblowing System DJP bagi wajib pajak yang masih menemui pegawai nakal.

Baca Juga: Unisa Yogyakarta bekali 708 mahasiswa yang akan KKN dengan pemberdayaan masyarakat tangguh bencana

Dalam broadcast email yang diterima Harian Merapi, Kamis 18 Agustus 2022, DJP mengajak wajib pajak untuk tidak ragu melapor.

"Seluruh layanan dan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Pajak tidak dipungut biaya," tulis email yang ditandatangani Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neimaldrin Noor.

Pihak DJP juga mengajak publik untuk membantu wujudkan Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi bersih dari korupsi serta menjadi birokrasi bersih melayani.

Dalam pesannya, Neimaldrin juga mengajak wajib pajak untuk melapor apabila menemui adanya pegawai pajak nakal.

Kategori pegawai pajak yang disebut nakal adalah apabila oknum tersebut masih meminta dan/atau menerima barang/uang/fasilitas atau apa pun dari wajib pajak dalam proses pengurusan perpajakan.

Halaman:

Editor: Jarot Sarwosambodo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas kasus penistaan agama oleh Roy Suryo lengkap

Kamis, 29 September 2022 | 18:38 WIB
X