• Minggu, 2 Oktober 2022

Meski produktivitas gabah menurun, harga gabah pada panen raya MT II di Karanganyar lumayan bagus

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:36 WIB
Suasana panen padi di Karanganyar.  (Abdul Alim)
Suasana panen padi di Karanganyar. (Abdul Alim)

HARIAN MERAPI - Panen padi masa tanam (MT) II tahun ini tak terlalu menggembirakan. Meski harga gabah kering panen (GKP) bagus, namun produktivitasnya menurun.

Produktivitas gabah menurun dialami petani di wilayah Kebakkramat Karanganyar. Ketua Gapoktan Desa Nangsri, Kebakkramat, Sumarno mengatakan hasil ubinan di sawahnya hanya rata-rata 6 ton.

Artinya per hektare sawah menghasilkan 6 ton gabah. Padahal prediksinya sampai 9 ton per hektare. Cuaca kurang bersahabat membuat produktivitas tanaman menurun.

Baca Juga: Hati-hati, gadaikan mobil kredit bisa berakibat hukum

“Banyak rumpun yang hanya berisi tanaman padi saja. Tapi tidak berbuah bulir padi. Ini faktor cuaca menyebabkan tanaman kerdil,” katanya kepada wartawan di Karanganyar, Rabu (3/8/2022).

Menurutnya, panen pada musim ini kurang memuaskan. Untungnya, harga gabah tak ikut anjlok. Saat ini, gabah yang dipanen menggunakan combine harvester dihargai Rp5.200-Rp5.300 perkilogram.

Ia selain memanen menggunakan mesin juga menyewa buruh panen. Di wilayahnya, panen akan berlangsung sekitar sepekan di 135 hektare sawah.

“Harga gabah bagus. Tapi harga beras masih sama, enggak naik. Kami tidak memiliki lumbung padi sehingga panenan langsung dijual ke tengkulak. Kalau disimpan di lumbung dan dijual saat pasar bagus, tentu keuntungan lebih banyak,” katanya.

Baca Juga: Polres Temanggung bongkar sindikat penadah mobil curian, terungkap berkat CCTV di jalan

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dishub Sukoharjo temukan angkudes naikkan tarif

Kamis, 22 September 2022 | 17:50 WIB
X