• Jumat, 19 Agustus 2022

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas: Indonesia Punya Pengalaman Atasi PMK

- Rabu, 6 Juli 2022 | 21:22 WIB
Busyro Muqoddas ketika memberikan keynote speech dalam diskusi publik MPM PP Muhammadiyah. (Teguh Priyono)
Busyro Muqoddas ketika memberikan keynote speech dalam diskusi publik MPM PP Muhammadiyah. (Teguh Priyono)

JOGJA, harianmerapi.com - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di tanah air menjadi masalah besar di masyarakat khususnya para peternak.

Kasus PMK menjadi fokus perhatian karena memiliki multi dimensi, karena bukan hanya masalah ternak dan hewan semata. Tetapi juga menyangkut soal sosial, ekonomi dan juga keagamaan karena saat ini mendekati Idul Adha.

Dari sudut pandang dimensi ekonomi, para peternak sapi yang biasanya adalah rakyat kecil dengan dana pinjaman jelas akan terdampak PMK.

Baca Juga: PPATK Blokir Transaksi Keuangan di Rekening ACT, Benarkah Ada Pendanaan Terorisme?

Ketika ternaknya terjangkit PMK dapat dipastikan harganya akan anjlok. Karena sapi yang terpapar PMK tidak punya selera makan, itu pasti akan membuat sapi menjadi kurus dan harga jualnya anjlok.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakt (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Nurul Yamin MSi dalam sambutan pada Diskusi Publik bertema 'Penyakit Mulut Kuku Sapi dan Derita Peternak, Rakyat Harus Bagaimana' di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro, Terban Yogyakarta, Rabu (6/7/2022).

"Ketika harga jual anjlok, jelas peternak akan merugi besar. Karena untuk mempertahankan sapi yang sudah terpapar PMK sangat tidak mungkin," tutur Yamin.

Baca Juga: Tabrak Anak Kembar Hingga Tewas, Pengendara Moge Divonis 4 Bulan Penjara

Mencermati persoalan ini, begitu tandasnya MPM PP Muhammadiyah menyelenggarakan Diskusi Publik ini agar permasalahan yang berkelindan ini dapat dicarikan tahu bagaimana seharusnya.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X