• Rabu, 5 Oktober 2022

Peternak Sapi Perah di Lereng Merapi Boyolali Mengeluhkan Dampak PMK

- Selasa, 14 Juni 2022 | 16:43 WIB
Pemdes Madu Boyolali meninjau peternakan sapi milik warga yang terkena wabah PMK.  (Mulyawan)
Pemdes Madu Boyolali meninjau peternakan sapi milik warga yang terkena wabah PMK. (Mulyawan)

BOYOLALI, harianmerapi.com - Para peternak sapi perah yang berada di sisi timur lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah mulai mengeluhkan dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Trianto(47) peternak sapi perah Desa Madu Kecamatan Mojosongo Boyolali mengatakan selama munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi, hasil susu sapi mulai menurun.

Yang biasa perekor dapat menghasilkan 15 liter perhari, setelah adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Boyolali kini hanya menghasilkan 3 sampai 4 liter.

Baca Juga: Pukul Kakek di Jalan, Polres Sukoharjo Tangkap Tiga Pelaku Pengeroyokan

“Ya, selama sapi ternak memiliki gejala PMK, hasil susu dari sapi perah menurun dratis. Tapi tidak hanya saya saja, hampir para peternak sapi perah yang berada di desa kami,” katanya kepada wartawan, Selasa(14/6/2022).

Menurut dia, menurutnya hasil susu pada ternak sapi perah tersebut memperparah pemilik ternak. Sebab, selain perawatan hewan ternak meningkat juga pangan hewan yang mulai mahal.

“Perawatannya sekarang harus ekstra, selain menjaga kebersihkan kandang juga, memberikan pengobatan pada hewan. Semua membutuhkan biaya sekarang,” katanya.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Gunungkidul Masih Tinggi, Periode Januari-Juni 2022 Tercatat 29 Orang Meninggal

Sampai saat ini, kata Trianto, ada 3 ekor sapi yang mengalami gejala PMK dan membutuhan perawatan cukup serius.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X