• Kamis, 6 Oktober 2022

Suspek PMK pada Hewan Ternak Meningkat, Stok Obat Menipis, Ini yang Dilakukan Pemkab Gunungkidul

- Senin, 6 Juni 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi. Pedagang hewan kecele lantaran pasar hewan ditutup sementara untuk antisipasi PMK.  (Bambang Purwanto)
Ilustrasi. Pedagang hewan kecele lantaran pasar hewan ditutup sementara untuk antisipasi PMK. (Bambang Purwanto)

GUNUNGKIDUL, harianmerapi.com - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Gunungkidul semakin meluas.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mencatat saat ini sudah terdapat sebanyak 148 ekor hewan ternak dinyatakan suspek PMK.

Hewan ternak yang dinyatakan suspek PMK dalam keadaan sakit dengan ciri-ciri layaknya terjadi pada hewan ternak yang terjangkit PMK.

Baca Juga: Tanggul Pemecah Ombak di Pantai Baron Gunungkidul Jebol Meski Belum Genap Setahun Dibangun, Ini Penyebabnya

Meluasnya penyebaran PMK ini menjadi perhatian serius Pemkab Gunungkidul sejak beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan penutupan pasar hewan untuk meminimalisir penularan PMK sejak beberapa waktu lalu oleh Dinas Perdagangan Gunungkidul, pengobatan pada hewan ternak yang suspek PMK terus dilakukan.

"Banyaknya hewan ternak yang kami tangani menyebabkan stok obat semakin menipis," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widyastuti Senin (6/5/2022).

Baca Juga: Prediksi Shio Kambing Besok Selasa 7 Juni 2022, Gatal untuk Mengungkapkan Sesuatu

Saat ini upaya pengobatan pada hewan ternak yang dinyatakan suspect PMK, menggunakan stok obat anthraks.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X