• Kamis, 18 Agustus 2022

BNPT Sebut Orang Mudah Terpapar Radikal karena Kurang Piknik

- Rabu, 1 Juni 2022 | 10:20 WIB
Para tokoh agama dan tokoh masyarakat melakukan deklarasi damai dipimpin oleh Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang pada acara Pelangi Cinta Nusantara di Kota Magelang, Selasa (31/5/2022) malam.  (ANTARA/Heru Suyitno)
Para tokoh agama dan tokoh masyarakat melakukan deklarasi damai dipimpin oleh Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang pada acara Pelangi Cinta Nusantara di Kota Magelang, Selasa (31/5/2022) malam. (ANTARA/Heru Suyitno)

MAGELANG, harianmerapi.com - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengatakan, orang bisa terpapar radikal karena kurang piknik.

Orang tersebut, menurutnya, tidak memahami makna dan hakiki perbedaan, tidak toleransi terhadap keragaman, perbedaan yang merupakan sunatullah.

"Hal ini yang harus dipahami bersama. Relevan dengan hal ini pendekatan seni dan budaya menjadi penting karena dengan seni dan budaya akan bangkit spiritualitas di dalam kehidupan beragamanya," kata Ahmad Nurwakhid di Magelang, Selasa (31/5/2022) malam, seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Menkopolhukam Moh Mahfud MD Ingatkan Sejarah Lahirnya Pancasila

Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengemukakan hal tersebut pada acara Pelangi Cinta Nusantara dalam menyambut Hari Lahir Pancasila di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang.

Ia menyampaikan radikal terorisme adalah cermin krisis spiritualitas dalam beragama dan berbangsa. Mereka lebih menonjolkan ritualitas dan simbol-simbol formal keagamaan tetapi lemah di bidang budi pekerti, lemah di bidang akhlak, dan lemah di bidang spiritualitas.

"Spiritualitas bisa bangkit kalau hati lembut, kalau hati penuh kasih sayang, penuh toleransi," ucapnya.

Baca Juga: Sandiaga Batal Belikan Tas Gucci untuk Istri di Metaverse, Ini Alasannya

Untuk membangun hati yang lembut, toleransi, spiritualitas, penghormatan terhadap sesama yang berbeda, kata dia, relevan menyelenggarakan kegiatan seperti ini, yaitu membangun spiritualitas, moderasi beragama, serta membangun wawasan nusantara melalui pendekatan seni dan budaya nusantara.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X