• Rabu, 20 Oktober 2021

BNPT Pantau Gerak-gerik Pihak yang Berusaha Menggalang Isu Taliban

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 10:22 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar (kanan) bersilaturahmi ke Wali Kota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming Raka (kiri) di Balaikota Surakarta, Kamis (19/8). (HO-BNPT) (HO-BNPT)
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar (kanan) bersilaturahmi ke Wali Kota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming Raka (kiri) di Balaikota Surakarta, Kamis (19/8). (HO-BNPT) (HO-BNPT)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemberitaan terkait konflik antara Afghanistan dengan kelompok Taliban.

"Karena dengan adanya masalah tersebut, bukan tidak mungkin ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan," kata Boy Rafli Amar dalam keterangan pers yang diterima Jumat (20/8/2021).

“Tentunya kita harus hati-hati dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di Afghanistan, yang dilanda konflik berkepanjangan itu. Jangan sampai masyarakat salah bersimpati, karena berdasarkan pemantauan kami ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati,” lanjut Boy Rafli Amar.

Baca Juga: Kabinda Minta Warga Waspada, Terduga Teroris Kalimantan Barat Kumpulkan Dana dari Kotak Amal

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai bersilaturahim ke Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Surakarta, Kamis (19/8). Silaturahim Kepala BNPT dan jajarannya tersebut dalam rangka membangun sinergi dengan berbagai instansi dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

Boy menekankan kepada masyarakat agar bijak dan tetap sadar bahwa apa yang terjadi di Afghanistan merupakan persoalan dalam negeri Afghanistan itu sendiri. Masalah pergerakan yang terjadi di negara tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

“Jangan sampai masyarakat terpengaruh masuk ke dalam aksi-aksi yang tidak perlu. Karena kita adalah negara yang memiliki ideologi dan konstitusi yang mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain,” tegas mantan Kapolda Papua itu.

Baca Juga: Memburu DPO Teroris Poso di Pegunungan Kabupaten Parigi Moutong, Penyisiran Diintensifkan

Menyinggung kemungkinan pengaruh pergerakan Taliban dengan kelompok jaringan terorisme Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Indonesia, Kepala BNPT melihat Taliban tidak ada afiliasi dengan ISIS. Namun demikian Taliban dalam pergerakannya terjebak dalam perbuatan kekerasan yang dalam terminologi hukum disebut sebagai perbuatan teror.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X