• Selasa, 7 Desember 2021

Kabinda Minta Warga Waspada, Terduga Teroris Kalimantan Barat Kumpulkan Dana dari Kotak Amal

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 10:42 WIB
Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalbar, Brigjen (Pol) Rudi Tranggono menyatakan, terduga teroris yang ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, pekan lalu mengumpulkan dana untuk kegiatan mereka dari kotak amal.  (Foto ANTARA/HO)
Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalbar, Brigjen (Pol) Rudi Tranggono menyatakan, terduga teroris yang ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, pekan lalu mengumpulkan dana untuk kegiatan mereka dari kotak amal. (Foto ANTARA/HO)

PONTIANAK, harianmerapi - Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen (Pol) Rudi Tranggono menyatakan, terduga teroris yang ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, pekan lalu mengumpulkan dana untuk kegiatan mereka dari kotak amal.

"Mereka yang terlibat jaringan teroris sengaja dipengaruhi dan dicuci otaknya dengan paham-paham radikal sehingga nanti dapat melakukan aksi teror yang dapat meresahkan masyarakat," kata Rudi Tranggono dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Rabu (18/8/2021).

Dia menjelaskan, terduga teroris yang ditangkap kemarin, adalah mereka yang bertugas mencari dana untuk kegiatan-kegiatan mereka melalui kotak-kotak amal yang ada di restoran, masjid-masjid yang tanpa diketahui jika uang itu untuk mendukung kegiatan mereka.

Baca Juga: Densus 88 Dua Hari Operasi di Jawa Timur, 6 Terduga Teroris Diamankan

Padahal menurutnya, niat masyarakat yang menyumbang untuk bersedekah, namun oleh kelompok-kelompok itu malah menggunakan uang sedekah itu untuk kegiatan terorisme.

"Ini sangat bahaya, sehingga semua pihak harus tetap waspada, namun harus optimis karena nawaitu kita untuk bersedekah. Namun harus waspadalah jangan sampai uang sedekah dari masyarakat malah digunakan untuk organisasi teroris," ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap cerdas saat bersedekah, kalau ada kotak amal yang mengatasnamakan yayasan yatim piatu atau pondok pesantren harus dicek apakah sudah terdaftar di instansi pemerintah.

Baca Juga: Sipir Lapas Nusakambangan Sukses Bujuk Napi Teroris Ikrar Setia NKRI

Sementara itu, ia meresahkan perkembangan dari paham-paham radikal tersebut.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

13 Kios Milik IPB di Dramaga Bogor Terbakar

Senin, 22 November 2021 | 10:37 WIB
X