• Senin, 27 Juni 2022

Banjir Rob di Pantura, Kementerian PUPR Berlakukan Tanggap Darurat

- Selasa, 24 Mei 2022 | 11:30 WIB
Banjir rob atau kenaikan pasang air laut yang terjadi di Pantai Utara Jawa.  (ANTARA/HO-Kementerian PUPR)
Banjir rob atau kenaikan pasang air laut yang terjadi di Pantai Utara Jawa. (ANTARA/HO-Kementerian PUPR)



JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan tanggap darurat pascabencana banjir rob yang melanda Pantai Utara Jawa atau Pantura.


Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.


Ia mengatakan bahwa tingginya muka air laut yang mencapai +210 sentimeter mdpl (meter di atas permukaan laut) mengakibatkan sebagian wilayah Jawa Tengah bagian utara terdampak banjir rob, seperti Kota Semarang, Kota/Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Demak.

Baca Juga: Kopi Merapi Kinahrejo Bisa Dipilih saat Menikmati Suasana Santai di Puri Mataram

"Pasang air laut +210 cm mdpl dapat disebut ekstrem bila dibandingkan catatan pasang surut 5 tahun terakhir (2017 - 2021) dengan muka air pasang tertinggi pada kisaran +180 cm mdpl," ujar Endra


Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan upaya penanganan darurat telah dilakukan tim Kementerian PUPR di daerah, salah satunya dengan menginventarisasi tanggul yang limpas dan apabila ada yang jebol selanjutnya dipasang geobag/jumbo bag sebagai tanggul sementara yang kuat menahan air.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten untuk rencana penanganan darurat serta melakukan pendataan kawasan terdampak, sekaligus mempersiapkan sarana pengendali banjir seperti pompa air dan bahan banjiran," kata Adek.

Baca Juga: Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Capai Rp 70,37 Triliun, Ini Rinciannya

Banjir rob yang terjadi, khususnya di Kota Semarang bukan diakibatkan oleh kerusakan infrastruktur tanggul rob yang tengah dibangun, melainkan akibat tingginya air pasang. Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mencatat data hidrologi pasang surut tinggi muka air laut pada pukul 15.00 WIB mencapai +210 cm mdpl.

"Alhamdulillah sejak tadi malam pukul 22.00 WIB, ketinggian air pada level +162 cm dpl dan sudah menunjukkan tren menurun," ujar Adek.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketersediaan Cabai pada Idul Adha Dipastikan Aman

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:35 WIB
X