• Senin, 27 Juni 2022

Viral Remaja Kebut-kebutan Bawa Sajam di Bantul, Polisi Akan Kenakan UU Darurat, Ini Ancamannya

- Minggu, 22 Mei 2022 | 12:00 WIB
 Kasatreskrim Polres Bantul AKP Archye Nevada menunjukkan video kelompok remaja dengan sepeda motor yang membawa sajam yang viral di medsos disela konferensi pers di Mapolres Bantul, DIY, Sabtu (21/5/2022)  (ANTARA/Hery Sidik)
Kasatreskrim Polres Bantul AKP Archye Nevada menunjukkan video kelompok remaja dengan sepeda motor yang membawa sajam yang viral di medsos disela konferensi pers di Mapolres Bantul, DIY, Sabtu (21/5/2022) (ANTARA/Hery Sidik)


BANTUL, harianmerapi.com - Rekaman video remaja yang kebut-kebutan menggunakan motor sambil membawa senjata tajam (sajam) dan alat pemukul viral di media sosial.


Terkait kasus tersebut, Kepolisian Resor Bantul, DIY, bakal mengenakan pasal UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terhadap mereka.

"Dapat kita jelaskan terkait pasal yang dikenakan, yaitu Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman kurang lebih 10 tahun penjara," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bantul AKP Archye Nevada dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Serie A Terakhir, Juve Akhiri Musim dengan Catatan Mengecewakan, Kalah dari Fiorentina 0-2

Polisi telah mengamankan sebanyak 17 remaja yang merupakan rombongan dalam rekaman video yang viral tersebut usai Reskrim Polres Bantul melakukan penyelidikan pada Jumat (20/5) sore. Kejadian itu diketahui terjadi pada Kamis (19/5) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Samas, Bambanglipuro, Bantul.

Dari 17 remaja tersebut, dua orang di antaranya telah ditetapkan tersangka karena membawa senjata tajam dan alat pemukul berupa sabuk yang ujungnya diikat dengan gir motor, bahkan keduanya masih di bawah usia 17 tahun.

"Jadi dapat kami sampaikan bahwa kami tetap menindaklanjuti terkait adanya kejadian tersebut, walaupun tersangka masih di bawah umur tetap kita tindak lanjuti proses hukumnya, tidak serta merta selesai begitu saja," katanya.

Baca Juga: Almarhum Achmad Yurianto Jadi Jubir Covid-19 Selama 140 Hari, Begini Kenangan Prof Wiku Adisasmito

Dia mengatakan dari hasil pemeriksaan bahwa kelompok remaja yang berasal dari sekolah menengah atas (SMA) di Kretek Bantul tersebut hendak menyerang pelajar SMA yang ada di wilayah Bambanglipuro karena ingin membalas dendam setelah sebelumnya sekolah mereka didatangi anak SMA di Bambanglipuro.

"Hasil pemeriksaan, SMA di Kretek tidak terima karena saat anak SMA di Bambanglipuro lewat di depan sekolah membleyer-bleyer sepeda motor, dan itu dianggap menantang sehingga anak SMA di Kretek berinisiatif untuk membalas menyerang balik sekolah yang ada di Bambanglipuro," katanya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X