• Kamis, 6 Oktober 2022

Dampak Virus Antraks di Gunungkidul, Volume Penjualan dan Harga Hewan Ternak Turun

- Selasa, 22 Februari 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi sejumlah ternak termasuk sapi di Gunungkidul terjangkit antraks. (Ilustrasi Pramono Estu)
Ilustrasi sejumlah ternak termasuk sapi di Gunungkidul terjangkit antraks. (Ilustrasi Pramono Estu)

GUNUNGKIDUL, harianmerapi.com - Munculnya virus antraks di Kapanewon Ponjong dan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul berdampak pada jual beli hewan ternak.

Virus antraks yang menyebar di Gunungkidul menyebabkan belasan ekor sapi dan kambing mati beberapa waktu lalu.

Dampak buruk dari virus antraks tersebut membuat jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo, Selasa (22/2/2022) menurun.

Baca Juga: 12 Warga Ponjong dan Gedangsari Gunungkidul Positif Terpapar Antraks, Ini Alasan Tak Dibatasi Aktivitasnya

Selain volume penjualan menurun, harga ternak jenis sapi dan kambing harganya juga turun.

Banyak pedagang sapi yang terpaksa membawa pulang dagangannya lantaran harganya turun.

"Penurunan harga mencapai antara 15-20 persen dibanding sebelum ada virus antraks," kata Mardikun (57) pedagang sapi di Pasar hewan Siyonoharjo Selasa (22/2/2022).

Baca Juga: 23 Warga Gunungkidul Alami Gejala Diduga Antraks Usai Belasan Ekor Ternak Mati Terinfeksi

Diakuinya bahwa dengan adanya kasus antraks di Gunungkidul menyebabkan kondisi pasar dan jual beli ternak terutama sapi dan kambing menurun.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X