Harga Eceran Pertalite Tembus Rp 50.000 Per Liter, Polisi Jayawijaya Turun Tangan

- Minggu, 5 Desember 2021 | 15:18 WIB
Dokumentasi pekerja mendorong drum berisi BBM yang dibawa melintasi Danau Paniai setibanya di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua. Sesampainya di permaga Paniai, BBM di dalam truk kemudian dipindahkan ke dalam drum-drum besar untuk dibawa melintasi Danau Paniai menuju Kampung Obano, kemudian disalurkan ke SPBU Kompak di sana.  (ANTARA FOTO/Akbar N Gumay)
Dokumentasi pekerja mendorong drum berisi BBM yang dibawa melintasi Danau Paniai setibanya di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua. Sesampainya di permaga Paniai, BBM di dalam truk kemudian dipindahkan ke dalam drum-drum besar untuk dibawa melintasi Danau Paniai menuju Kampung Obano, kemudian disalurkan ke SPBU Kompak di sana. (ANTARA FOTO/Akbar N Gumay)

WAMENA, harianmeapi.com - Kepolisian Resor Jayawijaya, Provinsi Papua menyelidiki kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai Rp50.000 per liter dan sudah berlangsung satu minggu lebih.

Kepala Polres Jayawijaya, AKBP Muh Safei saat di Wamena, Minggu (5/12/2021), mengatakan, jika polisi mendapati warga menjual dengan harga lebih dari Rp18.000/liter maka pengecer itu pasti ditindak.

"Saat ini anggota reserse sedang melakukan penyelidikan, bagi yang menaikan harga dari enceran yang sebenarnya yang Rp18.000/liter ada yang menjual sampai Rp50.000/liter, yakin dan percaya dia ditutup," katanya.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Info Kelangkaan BBM di Kota Sorong Tidak Benar

Rata-rata pengecer BBM yang menjual Pertalite dengan harga Rp20.000, Rp25.000, Rp35.000, hingga Rp50.000 per liter ini tidak memiliki izin.

"Yang eceran tidak punya izin, dari segi kemanusiaan bolehlah dia melakukan penjualan enceran sepanjang tidak merugikan orang banyak. Artinya dia mencari hidup, kemudian harganya tidak terlalu jauh dari standar yang ada di APMS," katanya.

Sebelumnya Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengakui BBM di tingkat pengecer masih ada namun disembunyikan karena pemilik tidak mau mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp15.000 per liter untuk Pertalite.

Baca Juga: Erick Thohir ke Pertamina: Semua Toilet di SPBU Harusnya Gratis

"Semua pengecer BBM subsidi ini menyimpan BBM mereka untuk bisa menaikkan harga BBM di Wamena karena tidak mau mengikuti aturan pemerintah," katanya

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X