• Sabtu, 29 Januari 2022

63 Pejabat di Sukoharjo Dilantik, Sejumlah Posisi Jabatan Kosong Segera Diisi Plt

- Senin, 29 November 2021 | 14:00 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat.  (Foto:Wahyu imam ibadi)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat. (Foto:Wahyu imam ibadi)

 



SUKOHARJO, harianmerapi.com- Sejumlah posisi jabatan Pemkab Sukoharjo mengalami kekosongan. Hal tersebut terjadi setelah pejabat yang mengisi sebelumnya dirotasi.
Hal tersebut terjadi setelah sebanyak 63 pejabat dilantik dan diambil sumpah. Untuk sementara kekosongan akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Senin (29/11/2021) mengatakan, pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat eselon II sebanyak lima orang, eselon III sebanyak 11 orang, eselon IV sebanyak 41 orang dan pejabat fungsional sebanyak enam orang.

Khusus untuk jabatan pimpinan tinggi pratama (JPPT) atau eselon II ada lima orang pejabat. Mereka adalah, Abdul Haris Widodo sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjadi Asisten III Sekda Sukoharjo, Yunia Wahdiyati sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menjadi Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, RM Suseno Wijayanto sebelumnya Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD)A menjadi Asisten II Sekda Sukoharjo.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cancer Leo Virgo Besok Selasa, 30 November 2021 Ego dan Perubahan Sikap Harus Diwaspadai


Selanjutnya Agustinus Setiyono sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) dan Baktiyar Zunan sebelumnya Kepala Disperinaker menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik.

"Semoga bisa menjalankan amanah dan bekerja dengan baik sesuai tupoksinya," ujarnya.

Etik Suryani melanjutkan, pengambilan sumpah/janji dan pelantikan jabatan setiap instansi pemerintah merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai.

Baca Juga: Geramnya Kapolres Sleman Omah PSS Dibakar Orang Tak Dikenal: Siapapun Pelakunya Wajib Tanggung Jawab

Pengembangan karir tidak semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik agar tetap berjalan dengan baik, terutama dalam kaitannya dengan kegiatan prioritas pembangunan.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X