• Senin, 6 Desember 2021

Gunung Kidul Peroleh Alokasi Pupuk Bersubsidi Lengkap Sebanyak 18 Ribu Ton. Begini Rinciannya

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:45 WIB
Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang. ( (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunung Kidul)
Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang. ( (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunung Kidul)

GUNUNG KIDUL, harianmerapi.com - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperoleh alokasi pupuk bersubsidi lengkap sebanyak 18 ribu ton untuk luas lahan 155.589,60 hektare.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono di Gunung Kidul, Minggu (17/10/2021), mengatakan berdasarkan terdata dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) 2021, jumlah petani di Gunung Kidul sebanyak 133.460 jiwa dengan luas lahan 155.589,60 hektare.

"Lahan yang siap ditanami seluas 155.589,60 hektare. Memasuki musim hujan ini, petani di Gunung Kidul mulai menebus pupuk subsidi sesuai kebutuhan pupuk yang mereka tuangkan dalam e-RDKK," kata Raharjo.

Baca Juga: Ketua MUI Salatiga: Jalankan Sunah Rasul SAW, Kalau Belum Bisa Menjalaninya, Yakini Kebenarannya

Ia mengatakan serapan pupuk bersubsidi di Gunung Kidul hingga pertengahan Oktober, yakni pupuk urea diserap 6.965,8 ton atau 38,7 persen dari alokasi total, SP-36 diserap 330 ton atau 23,26 persen dari alokasi total. Pupuk ZA diserap 100 ton atau 14,6 persen dari alokasi total, NPK Phonska diserap 4.915,72 ton atau 59,58 persen dari alokasi total.

"Data diambil sampai 12 Oktober 2021.Kami pastikan alokasi pupuk bersubsidi hingga akhir tahun aman, sehingga petani tidak perlu resah, dan bila ada persoalan dalam penebusan pupuk segera berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian atau ke kantor Dinas Pertanian dan Pangan," katanya.

Alokasi pupuk subsidi paling banyak di Kecamatan Ponjong 1.875.00 ton, Semin 1.668.00 ton, Nglipar 1.387.00 ton, Wonosari 1.295.00 ton, Gedangsari 11.215.00 ton, Semanu 1.198,00 ton, dan Purwosari 1.058.00 ton. Kemudian alokasi pupuk paling kecil Kecamatan Rongkop dan Girisubo masing-masing 462.00 ton dan 485.00 ton.

Baca Juga: Kapal Feri Kandas. KKP : Perusahaan Pemilik Kapal harus Bertanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

"Alokasi pupuk setiap kecamatan berdasarkan luas lahan dan usulan dari kelompok tani yang masuk dalam e-RDKK," katanya.

Selain pupuk, lanjut Raharjo, Dinas Pertanian dan Pangan juga telah melakukan persiapan distribusi benih padi pada lahan 40 hektare. Diharapkan petani segara menebus sisa pupuk agar tidak terjadi pemupukan. Dengan demikian pada saat digunakan sudah siap. Menurutnya, awal musim tanam di setiap wilayah berbeda-beda.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X