• Minggu, 23 Januari 2022

Anak Yatim Piatu Karena Covid-19 Dapat Bantuan, Pemerintah Sedang Matangkan Skema

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 22:06 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) salurkan bantuan pada anak-anak di Pekalongan yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu akibat orang tuanya meninggal direnggut Covid-19. (Foto: jatengprov.go.id)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) salurkan bantuan pada anak-anak di Pekalongan yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu akibat orang tuanya meninggal direnggut Covid-19. (Foto: jatengprov.go.id)

Baca Juga: Akun Instagram Pemkot Solo Diretas, Ini yang Akan Dilakukan Gibran

“Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi semoga bisa sedikit membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya terpenuhinya kebutuhan akan peralatan sekolah, kebutuhan pokok mereka,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah menyiapkan skema bantuan yang akan diberikan pada anak-anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu akibat orang tuanya meninggal direnggut Covid-19.

Di antaranya adalah program Asistensi dan Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa tabungan uang sebesar Rp300.000/bulan untuk anak-anak yang belum sekolah, dan Rp200.000/bulan untuk anak-anak yang sudah sekolah dari Kementerian Sosial.

Baca Juga: Diskusi Sejarah Membahas Perdebatan Sengit Sri Sultan HB IX dengan Gubernur Lucien Adam

Ada pula program pendampingan dan perlindungan anak-anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu, serta skema bantuan dari pemerintah daerah.

Yang terpenting, kata Menko PMK sebagaimana dilansir kemenkopmk.go.i, dukungan pemerintah dan utamanya masyarakat sekitar harus hadir sejak awal kejadian anak-anak ditinggalkan orang tuanya.

Menurut dia, anak-anak sangat rentan mengalami masalah mental apabila ditinggalkan orang tua sejak dini.

"Anak-anak ini ketika ditinggal orang tuanya akan mengalami masalah-masalah mental, mental breakdown. Dan itu juga tidak boleh diabaikan. Justru itu kadang-kadang menjadi masalah yang berkepanjangan kalau tidak segera diatasi," tuturnya.

Baca Juga: Diskusi Sejarah Membahas Perdebatan Sengit Sri Sultan HB IX dengan Gubernur Lucien Adam

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X