• Jumat, 12 Agustus 2022

Terobosan Baru, DLH Sukoharjo Sosialisasi Pengelolaan Sampah dengan Budidaya Maggot

- Senin, 27 September 2021 | 13:54 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat membuka sosialisasi pengelolaan sampah dengan budidaya black soldier fly (BSF) atau maggot.  (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat membuka sosialisasi pengelolaan sampah dengan budidaya black soldier fly (BSF) atau maggot. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, harianmerapi.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo melakukan sosialisasi pengelolaan sampah dengan budidaya black soldier fly (BSF) atau maggot.

Kegiatan dilakukan dengan sasaran lima kecamatan dengan tingkat sampah buangan masyarakat paling banyak. Maggot dipilih sebagai salah satu terobosan untuk dilakukan ditingkat desa membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah.

Sosialisasi digelar di Aula Gedung Menara Wijaya Lantai 10 Pemkab Sukoharjo, Senin (27/9/2021). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa. Peserta kegiatan para kepala desa di lima kecamatan dan perwakilan kepala desa dan lurah dari kecamatan lain. Lima kecamatan tersebut, Kecamatan Sukoharjo, Baki, Mojolaban, Grogol dan Kartasura.

Baca Juga: Replika Bunga Kecubung Raksasa, Program Pemberdayaan Seniman Kulonprogo dari Dinas Pariwisata

Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono mengatakan, sosialisasi pengelolaan sampah dengan budidaya black solider fly (BSF) atau maggot dimaksudkan untuk mendukung upaya pengurangan sampah pada sumbernya dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup khususnya dalam bidang pengelolaan sampah.

Tujuan sosialisasi untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan mendorong gerakan memilah sampah mulai dari sumber sampah.

"Peserta sosialisasi diprioritaskan pada lima kecamatan penghasil sampah terbanyak di Kabupaten Sukoharjo. Pembatasan peserta juga kami lakukan karena masih pandemi virus Corona," ujarnya.

Baca Juga: Tak Boleh Lagi Ada Pungli dan Perizinan Berbelit, Ini Kata Moeldoko

Agustinus menjelaskan, selama ini sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Sukoharjo hanya mengandalkan kumpul angkut buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari. Hal ini berdampak di TPA Mojorejo, Bendosari terjadi tumpukan sampah yang sangat banyak. Setidaknya ada sekitar 140 ton sampah masuk ke TPA Mojorejo, Bendosari setiap hari.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X