Penjabat Kepala Daerah Tak Boleh Sembarangan, Harus Paham Proses Demokrasi

- Senin, 27 September 2021 | 13:06 WIB
engamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi.  (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
engamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

JAKARTA, harianmerapi.com - Untuk menduduki posisi penjabat (pj) kepala daerah, tak bisa sembarangan. Orang tersebut harus memahami proses demokrasi dan partisipasi politik masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan pengamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi, di Jakarta Senin (27/9/2021).


Ia berpandangan bahwa penjabat kepala daerah harus memahami proses demokrasi, khususnya mengenai peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum."Penjabat gubernur, bupati, atau wali kota itu harus yang paham dengan proses demokrasi," ujar Asrinaldi.

Baca Juga: Lagu 'Bakti' Ciptaan Melly Goeslaw Diapresiasi Erick Thohir, Ini Alasannya

Menurut Asrinaldi, seseorang yang akan menempati posisi sebagai penjabat kepala daerah menjelang Pilkada 2024 harus memiliki kemampuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut.

"Biasanya, (jika penjabat, red.) dari TNI atau Polri, akan lebih mudah untuk melakukan mobilisasi massa," tutur dia.

Akan tetapi, Asrinaldi menambahkan, meski TNI dan Polri dapat lebih mudah untuk melakukan mobilisasi massa, aspek netralitas perlu menjadi perhatian ketika TNI dan Polri menjadi penjabat kepala daerah.

Baca Juga: Digoyang Isu Pendidikan, Relawan Jokowi Minta Jaksa Agung Fokus Penegakan Hukum

Di sisi lain, apabila penjabat berasal dari masyarakat sipil yang memahami program dan kegiatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perhelatan politik, mereka bisa menggandeng TNI atau Polri untuk membantu mobilisasi masyarakat, kata tenaga pengajar di Universitas Andalas ini.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Hadiri GPDRR 2022 di Bali

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:30 WIB

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB
X