• Senin, 29 November 2021

Menlu Retno Marsudi Sebut Pentingnya Kerja Sama Luar Negeri Demi Peroleh Vaksin Covid-19

- Sabtu, 11 September 2021 | 14:22 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menghadiri kegiatan KATGAMA Peduli di Grha Sabha Pramana UGM. (Istimewa)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menghadiri kegiatan KATGAMA Peduli di Grha Sabha Pramana UGM. (Istimewa)
 
YOGYA, harianmerapi.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyebut diplomasi Indonesia terus bergerak selama beberapa bulan terakhir untuk membuka akses dan merajut kerja sama dengan sejumlah negara demi mencukupi kebutuhan vaksin Covid-19 bagi seluruh warga Indonesia.
 
Dia menyebut pada Jumat (10/9/2021) kemarin, Indonesia menerima 358.700 dosis vaksin Astrazeneca yang merupakan tahap pertama dari komitmen bantuan Perancis sebesar 3 juta dosis vaksin yang disalurkan melalui COVAX Facility. Sementara itu pada hari ini dukungan vaksin sebanyak 500 ribu dosis vaksin Janssen dari Belanda juga tiba.
 
“Selain dukungan dari negara-negara sahabat, pemerintah Indonesia juga terus melakukan pembelian vaksin untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia,” ujarnya, Sabtu (11/9/2021) pada kegiatan KATGAMA Peduli di Grha Sabha Pramana UGM.
 
 
Pada saat ini permintaan akan vaksin dari negara-negara di dunia sangat tinggi sementara pasokan yang tersedia sangat terbatas. Karena itu, menurut Retno, tidak mudah bagi Indonesia untuk memperoleh vaksin dalam jumlah yang dibutuhkan.
 
“Sangat tidak mudah mencari vaksin. Sampai saat ini jumlah pasokan vaksin dunia dengan permintaannya tidak sebanding,” imbuhnya.
 
Menurutnya, terdapat hambatan lain berupa kebijakan sejumlah negara yang menghambat ekspor vaksin ke luar negeri. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesenjangan dalam perolehan vaksin antara negara-negara berpenghasilan tinggi dengan negara berpenghasilan rendah.
 
 
“Saat ini di seluruh dunia 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan. Tetapi 80 persen dari jumlah tersebut dimiliki negara berpenghasilan tinggi,” terangnya.
 
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Indonesia saat ini telah melampaui target vaksinasi dari WHO. Hingga hari ini, 34 persen populasi yang menjadi target telah menerima suntikan vaksin dosis pertama dan hampir 20 persen mendapat suntikan dosis kedua.
 
Berdasarkan jumlah dosisnya, Indonesia kini menjadi negara keempat terbesar di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang.
 
 
“Walaupun capaian sudah baik, kerja keras masih terus dilakukan agar bisa mengakselerasi vaksinasi untuk mencapai target populasi yang telah ditetapkan. Kita harus tetap berhati-hati, negara yang sudah berbulan-bulan bebas Covid-19 juga bisa mengalami penyebaran kembali di negaranya,” jelasnya.
 
Vaksinasi KATGAMA Peduli merupakan kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan POLDA DIY serta FK-KMK, FKG, dan Fakultas Farmasi UGM. Selain menyelenggarakan vaksinasi, KATGAMA Peduli juga memberikan bantuan oksigen cair yang diperuntukkan bagi RSA UGM dan RSUP Dr. Sardjito.
 
“Atas nama UGM kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KATGAMA yang selalu peduli berbakti untuk negeri. Kami juga mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas diplomasi yang luar biasa dalam penyediaan vaksin bagi rakyat Indonesia,” ucap Rektor UGM, Panut Mulyono.*
 

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DIY Kini Miliki 134 Warisan Budaya Tak Benda

Jumat, 26 November 2021 | 10:55 WIB
X