Yang pada tahun berikutnya, batu ini sudah sampai di Smithsonian, Amerika Serikat.
Motif ukiran berupa sosok manusia kekar dengan paruh burung tergambar pada batu tersebut. Terdapat satu set hieroglif pada bagian sampingnya.
Pada penelitian awal para arkeolog mengira bahwa batu ini berasal dari suku Maya.
Hal ini beralasan sebab Meksiko Selatan terletak di ‘jantung’ peradaban Suku Maya, dan orang Meksiko Selatan, masih menggunakan dialek suku Maya hingga sekarang.
Seorang sarjana Mesoamerika, Charles Pickering Bowditch mengatakan patung tersebut membawa bahasa daerah asli yang tidak diketahui.
Namun para ahli di tahun 1960an berpendapat bahasa di patung itu sebagai "epi-olmec' atau bahasa akhir orang Olmec.
Olmec adalah suatu peradaban Mesoamerika yang paling kuno yang berhasil temukan dan diketahui. Peradaban ini berada sekitar 1.000 tahun sebelum peradaban Maya.
Tetapi tetap saja misteri masih menyelimuti. Belum ada para ahli yang sepakat.
Baca Juga: Kecelakan maut di Tol Bawen-Ungaran tewaskan 5 orang, ini identitas korban dan kronologi kejadiannya
Ilmuwan-ilmuwan lain pun turut meneliti. Mereka antara lain John Justeson dan Terrence Kaufman.
Seorang penulis, Yásnaya Elena Aguilar Gil, yang juga ahli bahasa Ayuujk asli dari Meksiko dan penutur asli Mixe.
Tetapi tetap saja misteri masih belum terpecahkan.
Maka itu patung Tuxtla menjadi tak ternilai harganya. Apalagi jika besuk telah diketahui misterinya.
Ilmuwan sepakat, juga penduduk Meksiko mempunyai satu pandangan bahwa patung Tuxtla sebagai peninggalan budaya yang mengalami asimilasi.