• Selasa, 16 Agustus 2022

Kiai Ageng Henis dan Jejaknya di Laweyan 4: Menjadi Tempat Keramat buat Raja-raja Jawa.

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 09:10 WIB
Gapura Makam Kyai Ageng Henis, Laweyan (Kemdikbud.go.id)
Gapura Makam Kyai Ageng Henis, Laweyan (Kemdikbud.go.id)

harianmerapi.com - Kiai Ageng Henis dan Jejaknya di Laweyan. Dari hal inilah, hubungan kampung Laweyan, masjid peninggalan Kiai Ageng Henis atau Masjid Laweyan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat sangat erat.

Sebagai penerus kerajaan Mataram yang dibangun Kiai Ageng Pemanahan anak Kiai Ageng Henis, Laweyan menjadi tempat keramat buat raja-raja Jawa.

Bahkan Pakubuwana II juga pernah bersembunyi di Masjid Laweyan saat pecah pemberontakan Raden Mas Gerandi.

Baca Juga: Kiai Ageng Henis dan Jejaknya di Laweyan 1: Putra Bungsu Ki Ageng Sela yang Hijrah ke Pengging

Di makam Ki Ageng Henis, Pakubuwana bertetirah, melakukan tirakatan, memohon pertolongan kepada Tuhan agar mampu merebut kembali Kartasura yang diduduki pasukan Mas Gerandi.

Sejarah pun mencatat, kegigihan dan keseriusan tetirah di Masjid Laweyan, kemenangan pun dipetik Pakubuwana II karena berhasil mengembalikan kekuasaannya.

Lalu, Pakubuwana II membangun gerbang yang dibuat khusus, jika dirinya hendak berziarah ke makam Ki Ageng Laweyan.

Namun gerbang ini hanya dipakai satu kali karena satu tahun setelah pembuatannya Pakubuwono II meninggal.

Jenazahnya dimakamkan di komplek makam Ki Ageng Henis maka komplek makam ini sering disebut dengan Astana Laweyan.

Akan tetapi, beberapa waktu kemudian makam Pakubuwono II dipindahkan di Pajimatan Makam Raja Mataram Imogiri.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X