• Kamis, 7 Juli 2022

Ken Tambangraras dan Sebuah Cinta yang Hilang 4: Bukan Hukuman, Tapi Laku Menuju Kesempurnaan

- Senin, 16 Mei 2022 | 12:10 WIB
Hukuman untuk Syeh Amongraga hakekatnya sarana untuk menuju kesempurnaan. (Ilustrasi Pramono Estu)
Hukuman untuk Syeh Amongraga hakekatnya sarana untuk menuju kesempurnaan. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Ken Tambangraras dan Sebuah Cinta yang Hilang. Ternyata Jamal dan Jamil secara diam-diam mengawasi orang-orang Mataram.

Mereka ingin mengetahui orang Mataram melakukan proses penghukuman gurunya dari kejauhan, dengan menyelinap di balik gegrumbulan perdu.

Kedua murid Syeh Amongraga itu lalu pergi ke Wanamerta melaporkan kejadian ini kepada Kyai Bayan Panuarto, bapak mertua Syeh Amongraga.

Baca Juga: Ken Tambangraras dan Sebuah Cinta yang Hilang 1: Jamal Jamil Murid Syeh Amongraga Malah Menyebarkan Ilmu Sihir

"Lapor, Kyai Bayan," kata Jamal Jamil setibanya di hadapan Kyai Bayan Panuarto.

"Mau lapor apaan kamu berdua? Kok nampaknya tergesa-gesa?"

"Syeh Amongraga mendapat hukuman diceburkan Pantai Tanjung Bang oleh Kanjeng Sultan, Kyai," katanya dengan nada sedih yang teramat sangat.

"Hah? Diceburkan ke laut selatan?"
"Ya."

"Huh, tidak patut! Hukuman kok hukum cebur samodra? Apa-apaan itu?" gerutu Kyai Bayan Panuarto glendhengan.

Mendengar berita duka tersebut keluarga Wanamerta bersedih hati dan bermuram durja.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X