Anak Indigo yang Menyaksikan Hukum Pancung di Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

- Jumat, 21 Januari 2022 | 13:00 WIB
Pelaku kejahatan berat itu dihukum pancung. (Ilustrasi Pramono Estu)
Pelaku kejahatan berat itu dihukum pancung. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Tarziono, anak baru gede kelahiran tahun 2005 itu memang dikenal sebagai anak indigo. Mempunyai kelebihan bisa melihat sesuatu yang bagi orang lain tidak terlihat.

Namun pengalamannya yang terakhir ini sugguh aneh. Suatu malam Tarziono bermimpi menyaksikan peristiwa yang terjadi di masa lampau. Sekitar duaratus tahun yang lalu.

Dalam mimpinya, suatu siang Tarziono berjalan-jalan sendirian di Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca Juga: Kekayaan Bukan Segalanya 1: Marni Gadis Kecil yang Enerjik dan Punya Sikap Mandiri

Tidak sengaja dia melihat ada kerumunan orang di sekitar ringin kurung di tengah Alun-alun. Dari omongan beberapa orang, Tarziono menjadi tahu, jika di tempat tersebut akan ada eksekusi mati hukm pancung bagi seorang penjahat.

Kerumunan orang itu mengatakan, jika penjahat tersebut mendapat hukuman mati karena melakukan tindak kejahatan berat.

Adapun hukuman yang akan dilaksanakan adalah berupa hukum pancung. Dipenggal kepalanya di depan orang banyak.

Tanpa berfikir panjang Tarziono menerobos kerumunan itu. Ingin menyaksikan pelaksanaan hukuman tersebut.

Baca Juga: Cerita misteri orang kaya baru membeli lahan jati, ternyata berpenghuni makhluk halus yang tak mau pergi

Ketika Abdi Dalem Mertolulut yang tugasnya menjadi eksekutor mengayunkan pedangnya ke arah leher penjahat, tak urung Tarziono berteriak ketakutan.

Anak baru gede tersebut terbangun dari mimpinya. Orangtuanya kaget dan bergegas mendatanginya. Setelah sadar betul, Tarziono dengan ‘jlentreh’ menceriterakan kejadian yang baru saja dilihatnya, dalam mimpinya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X