• Selasa, 9 Agustus 2022

Cerita Misteri Tukang Ojek Dapat Penumpang Perempuan Cantik ke Gunung Merapi, Ternyata Lelembut

- Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB
Tak disadari Patmo mengantar lelembut mengajak ke lereng Gunung Merapi. (Ilustrasi Pramono Estu)
Tak disadari Patmo mengantar lelembut mengajak ke lereng Gunung Merapi. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Profesi tukang ojek pun tak luput dari pengalaman cerita misteri. Dapat penumpang perempuan cantik, eh nggak tahunnya lelembut dan tahu-tahu sudah di lereng Gunung Merapi.

Kala itu belum ada ojek online. Patmo bersama tukang ojek lain selalu mangkal di pojok sebuah pertigaan. Menunggu penumpang bus dari arah barat yang banyak turun di tempat tersebut.

“Mangga, Mbak. Saya antar,” ujar Patmo menawarkan jasanya kepada seorang perempuan cantik yang turun dari bus.

Baca Juga: Tujuh Manfaat dan Keutamaan Membaca Istighfar, Salah Satunya Membuka Pintu Rezeki

Perempuan cantik itu menatap wajah Patmo dan bertanya. “Tapi sepedamotor sampeyan waras kan? Tujuan saya jauh sih dan menanjak jalannya”.

Dijawab oleh Patmo, jika kendaraan miliknya sehat. “Mau kemana saja bisa, Mbak. Asal...tidak naik ke puncak gunung Merapi”, jawab Patmo disertai gurau dan tawa renyahnya.

“Oke. Kalau begitu antarkan saya ngalor,” ujar perempuan cantik bercelana jean tersebut yang segera nyengklak ke sadel di belakang Patmo.

Menuruti kehendak penumpangnya, meski belum faham tempat yang akan dituju, Patmo memacu kendaraannya ke arah utara.

Baca Juga: Menemukan Cahaya Misterius Saat Menjalankan Ritual di Pantai Parangkusumo

“Ya, jalan ini terus saja lurus ke utara. Nanti kalau belok atau hampir sampai, saya beri aba,” ujar penumpangnya.

Patmo merasa hepi. Penumpang perempuan cantik itu tidak merasa canggung atau rikuh duduk ngethapel di belakangnya. Tangannya memeluk erat-erat pinggang Patmo.

Sebagai seorang lelaki normal, mendapat ‘kehangatan’ dari penumpangnya, menjadikan tukang ojek tersebut terlena.

Tidak berfikir panjang terus saja motornya dipacu kencang. Jalan yang dia lewati terasa halus- mulus dan sedikit sekali belokannya.

Baca Juga: Cerita Hidayah, Lalai dalam Hal Waktu Maka Rezeki yang Sudah di Depan Mata pun Menjauh

“Awas, hampir sampai, Mas. Kurangi gasnya”, ujar penumpangnya sambil menepuk pundak Patmo. “Oke. Kita telah sampai”, ucapnya kemudian.

Patmo menginjak rem. Dengan masih duduk di sadel, dia menunggu penumpangnya turun dari boncengan. Ditunggu sampai beberapa menit belum juga penumpang perempuan cantik itu turun.

“Lho, katanya sudah sampai. Kok nggak segera turun?”, tanya Patmo dalam hati. Lalu dia menoleh ke belakang.

Gandrik! Di tempat tersebut ternyata tidak ada siapa-siapa selain dirinya. Di sekelilingnya sunyi, senyap, dan sepi sekali.

Baca Juga: 10 Manfaat Shalawat Kepada Nabi Muhammad, di antaranya Dapat Mencukupi Kepentingan Duniawi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X