• Selasa, 24 Mei 2022

Novel Max Havelaar, Potret Pahit Sejarah Kopi di Indonesia

- Sabtu, 27 November 2021 | 22:08 WIB
Novel Max Havelaar karya Multatuli yang menggemparkan dunia  (Wulan Yanuarwati)
Novel Max Havelaar karya Multatuli yang menggemparkan dunia (Wulan Yanuarwati)

 

SEJARAH kopi di Indonesia tidak lepas dari penderitaan rakyat Indonesia khususnya petani di Jawa.

Ambisi Belanda untuk melakukan penanaman kopi besar-besaran agar dapat diekspor mewajibkan petani menanam kopi dengan sistem tanam paksa.

Pada akhir abad ke-19, kritik terhadap sistem paksa tanam kopi mulai bermunculan seiring dengan produksi kopi yang mulai goyah karena terserang penyakit karat daun atau Hemileia vestatrix.

Novel Max Havelaar yang ditulis oleh Eduard Douwes Dekker dengan nama pena Multatuli adalah yang paling jelas memperlihatkan gambaran mengerikan sistem tanam paksa di Jawa.

Baca Juga: Minions dan Pasangan Greysia-Apriyani Lolos ke Final Indonesia Open

Nama Multatuli sendiri diambil oleh Eduard dari bahasa latin yang berarti 'Aku sudah banyak menderita'.

Pada tahun 1838, Multatuli pergi ke Hindia Belanda sebagai pegawai sipil yang akhirnya karena berprestasi maka diangkat sebagai asisten residen di Lebak, Banten.

Selama bekerja, Multatuli melihat bagaimana pemerintah Kolonial Belanda memberlakukan tidak adil dan semena-mena terhadap rakyat Jawa melalui sistem tanam paksa.

Usaha Multatuli untuk melindungi rakyat Jawa dari Kolonial Belanda yang merupakan bangsanya sendiri tidak mendapat dukungan dari siapapun sehingga akhirnya Multatuli mengundurkan diri dari jabatan elit tersebut dan pulang ke Eropa.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X