• Sabtu, 29 Januari 2022

Heboh Dugaan Raibnya Dana Bumdesma Rp 5,1 Miliar di Pati, Para Pihak Siap Diperiksa Penggunaan Keuangan

- Sabtu, 27 November 2021 | 18:23 WIB
   Ketua Bumdesma Pati, Rusdiyanto SE.  (Foto: Alwi Alaydrus)
Ketua Bumdesma Pati, Rusdiyanto SE. (Foto: Alwi Alaydrus)

PATI, harianmerapi.com - Heboh dugaan raibnya dana Rp 5,1 miliar dari kas Badan Usaha Desa Bersama (Bumdesma) Pati, semakin seru.

Karena pihak yang dianggap paling bertanggungjawab, yakni pimpinan Bumdesma dan Direktur PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (MBSP), sama-sama mempercayai hasil audit yang dilakukan independen dari UMK Kudus, serta sangat menghargai langkah yang diambil Bupati Pati dan Kejari Pati.

"Kami siap memberikan semua data masalah keuangan" kata Ketua Bumdesma, Rusdiyanto SE, Sabtu (27/11/2021).

Baca Juga: Selain Anya Geraldine, Ini Daftar Aktris Wanita yang Disandingkan dengan Reza Rahadian

Sebagaimana diberitakan, warga Pati dihebohkan munculnya desakan dari sejumlah tokoh masyarakat, yang meminta Bumdesma segera mencairkan bagi hasil (deviden). Karena sebanyak 159 bumdes sebelumnya (2018) mengirim dana penyertaan modal Rp 5,1 miliar.

Ketika ditemui dirumahnya desa Kletek kecamatan Pucakwangi, Rusdiyanto (34) menjelaskan, jika Bumdesma menerima penyertaan modal dari bumdes sebesar Rp 5,05 miliar. Karena ada tiga bumdes yang penyertaan modalnya kurang dari jumlah yang disepakati.

Dari Rp 5,05 miliar, kata Rusdiyanto lagi, sebanyak Rp 4.750.000.000 miliar diserahkan ke PT MBSP. Dan sisanya dijadikan modal kerjasama dengan PT Mandesa. "Sejak saat itu, saya selaku ketua Bumdesma, tidak pernah diundang rapat-rapat PT MBSP," ujarnya.

Baca Juga: Pasar Keroncong Kotagede Jadi Ajang Apresiasi bagi Maestro Keroncong Subarjo dan Penggagas Djaduk Feriyanto

Menjawab pertanyan mengenai sas-sus dirinya mendapat kecipratan Rp 640 juta, Yanto begitu Rusdiyanto biasa dipanggil, memberikan tanggapan. Yakni, Rp 40 juta masih disimpan karena asal dana dari penyertaan modal baru dari 3 desa. Dan Rp 250 juta untuk peminjaman modal usaha Bumdes Kletek.

"Sisanya, saya tidak tahu. Masalah keuangan Bumdesma sudah saya laporkan ke pak bupati. Makanya, kami sangat menunggu hasil audit independen. Sehingga akan diketahui secara gamblang semua aliran dana" ucap Rusdiyanto.

Dikatakannya, sumber kisruh masalah dana, berawal dari PT MBSP yang pendiriannya dilakukan sejumlah kepala desa. Sehingga Bumdesma tidak mempunyai kekuatan hukum dalam mengikuti perkembangan usaha dan sebagainya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Gerombolan Klitih Gemar Minum Miras untuk Menambah Keberanian Saat Bikin Onar, Ini Penjelasannya

Segera Diselesaikan

Untuk mengungkap kasus dugaan raibnya dana Rp 5,1 miliar tersebut, memantik LBH Joeang Pati melapor secara resmi ke Kejari Pati.

"Kasusnya sudah sangat terang benderang. Kami berharap, petugas segera melakukan penanganan hukum," tutur Direktur LBH Joeang Pati, Fatkurochman SH.

Sementara itu, Direktur PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (MBSP), Reza Adiswasono menolak keras jika disebut sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap dugaan raibnya dana Bumdesma.

Baca Juga: Jadwal Tayang Serial Layangan Putus yang dibintangi Reza Rahardian, Beda untuk Pengguna VIP dan Free

Dijelaskannya, ada banyak pihak yang terlibat dalam masalah penggunaan dana Bumdesma. "Kami sangat senang ada pemeriksaan dari aparat pemerintah. Sehingga bisa mengungkap kebenaran" ujarnya.

Reza Adiswasono menegas, pihaknya memang akan menyerahkan dividen tahun ke 4 kinerja (2022) ke Bumdesma. "Nanti Bumdesma yang mengatur distribusi ke pemdes atau bumdes" ucapnya.

Presidium LSM Dewan Kota, Drs H Pramudya menyatakan, hasil audit akan diketahui para pihak yang menerima aliran dana Bumdesma. "Dari situ bisa dibuka siapa bertanggungjawab apa" tuturnya singkat.

Baca Juga: Pria Gantung Diri di Kembangputihan Guwosari Pajangan Bantul Kirim Pesan Putus Asa: Uripku Ra Guno

Seorang anggota Badan Kerjasama Antar Desa, Mubaligh menjelaskan, jika sejak pendirian Bumdesa, pihaknya tidak pernah dilibatkan. "Kami mendukung langkah yang diambil pak bupati Pati" ucap mantan kades Tambaharjo.

Sedang Wakil Ketua Permandes, Nabiyanto mendorong jika ada kades atau mantan kades yang menggunakan dana Bumdesa supaya segera dikembalikan. "Sehingga deviden untuk desa bisa segera dibagikan" ujarnya. *

 

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X