• Kamis, 26 Mei 2022

Ritual Tepung Alam Eling Purwa 2: Bermakna Mengenal Sifat dan Tanda-tanda Alam Sekitar Gunung Merapi

- Minggu, 21 November 2021 | 11:40 WIB
                      Suasana ritual Tepung Alam Eling Purwa di Grojogan Kapuhan.          (Dok. Amat Sukandar)
Suasana ritual Tepung Alam Eling Purwa di Grojogan Kapuhan. (Dok. Amat Sukandar)

harianmerapi.com - Acara ritual tradisional ‘Tepung Alam, Eling Purwa’ ini juga dalam rangka menyongsong ‘Hari Wayang Nasional 2021’.

Pelaksanaan ritual yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang.

Di tengah situasi pandemi Covid 19 acara ini digelar secara sederhana dan terbatas dengan tidak meninggalkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang yang diwakili Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Hari Bawartati, S.Sn., mengharapkan agar ritual tradisional mengenang letusan dahsyat Gunung Merapi ini dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya letusan Gunung Merapi bagi warga masyarakat di sini.

Baca Juga: Daging Rendang Bekas Gigitan Dikasihkan Pak Sopir dan Dompet Hilang Dikembalikan Lewat Pos

Kikis Wantoro, Ketua Padepokan Seni ‘Budi Aji’ menuturkan, ‘tepung alam’ bermakna untuk mengenal keadaan, sifat dan tanda-tanda alam di lingkungannya khususnya alam di sekitar Gunung Merapi.

Dengan lebih mengenal alam lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan terhadap tanda-tanda alam terutama bila Gunung Merapi meningkatkan kegiatannya dan akan meletus.

Sehingga akan dapat mengurangi jatuhnya korban jiwa dengan menyingkir ke tempat yang lebih aman sebelum bencana alam itu terjadi.

Baca Juga: Rumahku Bukan Surgaku 7: Merajut Kembali Keharmonisan Keluarga

Sedangkan ‘eling purwa’ maknanya untuk mengenal ‘waktu’ terkait dengan perjalanan hidup manusia yaitu purwa, madya, wasana.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X