• Kamis, 26 Mei 2022

Saparan Merti Dusun Krandegan 2: Datang Penari Tayub Ingin Menimba Ilmu

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:00 WIB
Seorang wanita mengaku ingin bertemu Eyang Dipodrono (Ilustrasi Pramono Estu)
Seorang wanita mengaku ingin bertemu Eyang Dipodrono (Ilustrasi Pramono Estu)

Usai memakamkan wanita tledhek itu, Eyang Dipodrono berpesan kepada warga dusun Krandegan yang kala itu penghuninya masih sebanyak dua puluh kepala keluarga.

“mBesuk yen pedunung dhusun iki cacahe wis ana patang puluh kepala somah supaya saben sasi Sapar ngadani Ruwat Bumi Merti Dhusun. Lan kanggo ngurmati tledhek mau sajrone Saparan merti dhusun kudu nanggap Tayuban,” pesan Eyang Dipodrono.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 30: Hidup Berkecukupan Namun Tak Suka Bermewah-mewah

(Kelak, bila penduduk dusun ini sudah berjumlah empat puluh kepala keluarga, supaya setiap bulan Sapar menyelenggarakan ‘Ruwat Bumi Merti Dusun’. Dan untuk menghormati penari tayub itu dalam Saparan harus menggelar Tayuban).

Setelah dusun itu warganya berjumlah empat puluh kepala keluarga, dilaksanakanlah acara ‘Saparan Merti Dusun’ dengan nanggap Tayuban.

Acara ini sebagai ungkapan rasa terima kasih dan permohonan kepada Allah SWT supaya warga dusun Krandegan selalu diberi keselamatan dan limpahan rejeki.

Baca Juga: Motor Diusili karena Sering Membersihkan Area Perempatan Palbapang

Juga permohonan supaya dusun ini buminya selalu gemah ripah loh jinawi dan tenteram damai. Sehingga sampai sekarang, dalam menggelar acara merti dusun warga Krandegan mesti nanggap tayuban. (Ditulis: Amat Sukandar)



Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X