• Selasa, 19 Oktober 2021

Empat Mitos Soal Keaslian Madu dan Faktanya

- Rabu, 22 September 2021 | 07:46 WIB
Ilustrasi madu (Pexels)
Ilustrasi madu (Pexels)

harianmerapi.com - Sebagian masyarakat masih kesulitan dalam menentukan keaslian madu, yang jenis produknya banyak beredar. Selama ini juga beredar mitos soal keaslian madu, meski belum tentu kebenarannya.

Pemilik dan Komisaris Kembang Joyo Group Dewi Masyithoh, produsen produk perlebahan Indonesia, mengatakan kandungan dan manfaat dari madu asli dan madu palsu berbeda. Jika madu asli kaya akan manfaat, madu palsu bisa menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan tubuh seperti diabetes dan kencing manis.

Dikutip dari siaran resmi, Rabu (22/9/2021), Dewi membagikan fakta-fakta di balik empat mitos mengenai keaslian madu.

Baca Juga: Diajak Gadis Cantik ke Alam Gaib, Ternyata untuk Menunjukkan Bahwa Dirinya Jadi Korban Perkosaan

Madu asli tidak akan berubah warna.

Menurut Dewi, perubahan warna pada madu adalah hal yang biasa yang disebabkan reaksi Maillard atau reaksi pencoklatan non enzimatis yang justru bisa meningkatkan kadar antioksidan dalam madu. Antioksidan bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas yang bisa memicu serangan jantung, kanker, katarak, dan menurunnya fungsi ginjal.

“Dengan begitu bisa dipastikan bahwa mitos mengenai madu asli tidak akan berubah warna adalah salah,” katanya.

Madu asli tidak disukai semut

Mitos yang satu ini juga tidaklah tepat. Faktanya, kesukaan semut akan madu sangat bergantung dengan berbagai hal seperti umur madu, kandungan karbohidrat, hingga jenis semut yang ada di area sekitar madu.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 24: Saudara Kandung Beda Watak

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jaga Tumbuh Kembang Anak untuk Mencegah Stunting

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:07 WIB

Petai Hindarkan Sembelit dan Hipertensi

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:08 WIB
X